Pemain Timnas Indonesia mengangkat piala FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo
Calvin Verdonk: Gelar FIFA ASEAN Cup Penting untuk Hadapi Piala Asia 2027
Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 06:35
Jakarta: Pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk menilai keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bekal penting bagi Skuad Garuda untuk menghadapi persaingan di Piala Asia 2027.
Indonesia merebut gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu sebelum Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti.
"Itu sebabnya pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang. Mereka adalah tim-tim Asia seperti ini, Anda tahu," kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK, seperti dilansir Antara, Senin, 5 Oktober 2026.
Hasil tersebut menjadi modal bagi Indonesia menjelang Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari. Skuad Garuda tergabung di Grup F bersama Thailand, Qatar, dan Jepang.
Verdonk menyadari persaingan di Piala Asia akan menghadirkan tantangan lebih berat. Ia secara khusus menyoroti kualitas Jepang yang dinilainya berada di level berbeda.
Meski demikian, pemain Lille tersebut tetap melihat peluang Indonesia untuk bersaing dan melangkah ke fase berikutnya.
"Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, tetapi mereka berada di level yang berbeda," tambah dia.
Tak Persoalkan Thailand Bermain dengan 10 Pemain
Verdonk juga tidak terlalu mempermasalahkan jalannya pertandingan final ketika Indonesia belum mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Thailand harus bermain dengan 10 orang setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81. Namun, Indonesia tetap harus menjalani babak tambahan sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Bagi Verdonk, hasil akhir menjadi hal terpenting. Ia mengakui Indonesia masih memiliki sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki, tetapi keberhasilan mengangkat trofi tetap menjadi pencapaian utama.
"Trofi pertama, ya, itu pertandingan yang gila. Kami harus bermain lebih baik, tetapi kami menang. Jadi, tidak masalah," kata dia.

Presiden Prabowo Subianto (kiri depan) berfoto bersama pemain Timnas Indonesia saat perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 juga dinilai Verdonk sebagai bagian dari fase baru sepak bola Indonesia. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pencapaian penting setelah perjalanan panjang Timnas Indonesia dalam sejumlah turnamen regional.
Verdonk memilih tidak terlalu memikirkan catatan pertemuan Indonesia pada pertandingan final sebelumnya. Timnas Indonesia memiliki sejumlah pengalaman kurang menyenangkan ketika tampil di partai puncak, termasuk kekalahan dari Thailand pada final Piala AFF 2002 di Jakarta.
Kini, gelandang berusia 29 tahun itu ingin melihat perkembangan Timnas Indonesia secara lebih luas. Menurutnya, Skuad Garuda memiliki pemain-pemain berkualitas, tetapi masih membutuhkan peningkatan untuk menghadapi persaingan di level Asia.
"Kami memiliki pemain dengan kualitas bagus, tetapi kami masih harus berkembang," kata pemain berusia 29 tahun itu.
Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi capaian penting bagi Indonesia sebelum memasuki persaingan Piala Asia 2027. Tantangan berikutnya akan membawa Skuad Garuda menghadapi Thailand, Qatar, dan Jepang di Grup F.