4 Tahun Sandang KLA Nindya, Kota Tangerang Perkuat Fasilitas dan Perlindungan Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar.

4 Tahun Sandang KLA Nindya, Kota Tangerang Perkuat Fasilitas dan Perlindungan Anak

Hendrik Simorangkir • 15 July 2026 20:54

Kota Tangerang: Selama empat tahun berturut-turut, Kota Tangerang berhasil menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Capaian ini menandakan komitmen Kota Tangerang dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

"Kami mendapat predikat KLA Kategori Nindya itu sudah empat tahun bertahan. Harapan kita ingin naik ke level atasnya, yaitu ke level Utama," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 15 Juli 2026.


Logo HAN 2026, dok: KemenPPPA

Tihar menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada anak. Antara lain penyediaan fasilitas publik ramah anak, pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, hingga pengembangan ruang kreatif sebagai media partisipasi anak dalam pembangunan kota.

"Kami pun tidak berhenti berinovasi dan memperkuat perlindungan anak di Kota Tangerang. Kita ingin setiap anak bisa tersenyum, merasa aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya," kata Tihar. 

Fokus pada Klaster Pelayanan dan Inovasi

Tihar menjelaskan bahwa penanganan permasalahan anak tidak bisa dilakukan secara sepihak. Oleh karena itu, berbagai inovasi tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa klaster yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Klaster ini meliputi perlindungan khusus anak, sekolah ramah anak, hingga rumah ibadah ramah anak.

Di bidang kesehatan, salah satu inovasi unggulan Pemkot Tangerang adalah menghadirkan fasilitas kesehatan yang aman bagi anak.

"Kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan telah menjadikan Puskesmas Panunggangan sebagai puskesmas ramah anak yang sudah berpredikat nasional. Penataan ruang terbuka bermain anak juga sudah dilaksanakan dengan baik," papar Tihar.

Lebih lanjut, Pemkot Tangerang juga memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang menjangkau hingga ke tingkat RT dan RW. Selain itu, pihaknya pun tengah melaksanakan inovasi terkait dengan adanya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Salah satu inovasinya yakni membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), sampai ke tingkat-tingkat RT RW. 

"Kemudian juga inovasi kita ada aplikasi dalam rangka pengaduan ya masyarakat perempuan dan anak ini masih banyak mereka yang khawatir, takut, dan lain-lain. Maka kami memiliki aplikasi namanya Silacak Perak," jelas Tihar. 

Menurut Tihar, Silacak Perak merupakan aplikasi tercepat dalam rangka memberikan kesejahteraan masyarakat, pelayanan untuk pengaduan terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pihaknya pun telah menyiagakan satgas perlindungan anak di tiap kecamatan untuk merespon adanya laporan dari aplikasi tersebut. 

"Silacak Perak ini juga sudah menasional, kebutuhan kecamatan mana, tinggal klik di situ sudah ada satgasnya dan 24 jam untuk kita layani dalam rangka pendampingan, pelaporan, pengaduan masyarakat. Satgas itu nanti dibantu dengan PATBM," terang Tihar. 

Tihar mengaku, untuk mempertahankan predikat tersebut tidak terlepas dari dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, serta dengan pihak eksternal lainnya. 

"Ini upaya-upaya kita, artinya predikat tersebut itu tidak bisa dilaksanakan sendiri dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak dengan predikat tadi untuk naik level. Maka, kita berkolaborasi dengan OPD-OPD, kemudian juga berkolaborasi dengan eksternal. Salah satunya adalah Forum Anak," ungkap Tihar. 

(Lukman Diah Sari)