Hukum Potong Kuku bagi yang Berkurban dalam Islam

Ilustrasi. Foto: Pexels

Hukum Potong Kuku bagi yang Berkurban dalam Islam

Putri Purnama Sari • 21 May 2026 18:32

Jakarta: Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam yang berencana melaksanakan ibadah kurban biasanya mulai mempersiapkan diri, baik dari sisi finansial maupun spiritual. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah mengenai kapan boleh potong kuku bagi yang berkurban.

Meski terlihat sederhana, persoalan ini memiliki kaitan erat dengan sunah Rasulullah saw.. Dalam ajaran Islam, terdapat anjuran khusus bagi orang yang berniat berkurban untuk tidak memotong kuku maupun rambut menjelang penyembelihan hewan kurban.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam memahami hukum dan waktu larangan tersebut agar ibadah kurban dapat dijalankan dengan lebih sempurna dan sesuai tuntunan syariat.

Ilustrasi Pexels

Hukum Potong Kuku bagi Orang yang Hendak Berkurban

Dilansir dari laman Baznas, pembahasan mengenai kapan boleh potong kuku bagi yang berkurban berlandaskan pada hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim. Rasulullah saw. bersabda: “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Zulhijah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar bagi para ulama dalam menjelaskan hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang berniat berkurban.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa larangan tersebut bersifat sunah muakadah atau sangat dianjurkan untuk diikuti. Artinya, seseorang tidak berdosa jika melanggarnya, namun akan kehilangan keutamaan sunah.

Sementara itu, sebagian ulama dari mazhab Hanbali menilai larangan tersebut bersifat wajib. Menurut pendapat ini, memotong kuku atau rambut sebelum penyembelihan hewan kurban hukumnya tidak diperbolehkan.

Sejumlah ulama kontemporer seperti Abdul Aziz bin Baz dan Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga menjelaskan bahwa anjuran ini berlaku khusus bagi orang yang berniat berkurban, bukan seluruh anggota keluarganya.

Kapan Larangan Potong Kuku Mulai Berlaku?

Banyak umat Islam masih bertanya-tanya kapan sebenarnya larangan memotong kuku bagi pekurban mulai berlaku. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa larangan tersebut dimulai sejak masuknya 1 Zulhijah, tepatnya setelah matahari terbenam di akhir bulan Zulkaidah.

Dengan demikian, orang yang sudah berniat berkurban dianjurkan tidak lagi memotong kuku maupun rambut sejak malam pertama Zulhijah hingga hewan kurbannya disembelih.

Sebagai contoh, apabila awal Zulhijah jatuh pada hari Jumat, maka larangan tersebut mulai berlaku sejak Kamis malam setelah maghrib. Namun, jika seseorang baru memiliki niat berkurban setelah tanggal 1 Zulhijah, maka larangan memotong kuku dan rambut berlaku sejak niat itu muncul.

Kapan Boleh Potong Kuku bagi yang Berkurban?

Berdasarkan penjelasan para ulama, orang yang berkurban diperbolehkan kembali memotong kuku dan rambut setelah hewan kurban selesai disembelih. Anjuran menahan diri dari memotong kuku dan rambut ini disebut memiliki hikmah sebagai bentuk meneladani keadaan jamaah haji yang sedang berihram.

Meski demikian, dalam kondisi tertentu seperti kuku yang terlalu panjang dan mengganggu aktivitas, sebagian ulama membolehkan untuk memotongnya karena alasan kebutuhan.

Namun secara umum, menahan diri untuk tidak memotong kuku dan rambut hingga penyembelihan kurban selesai tetap menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam yang hendak berkurban saat Iduladha.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)