Trump Umumkan Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Umumkan Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela

Muhammad Reyhansyah • 12 January 2026 14:17

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela” dalam sebuah unggahan di platform media sosial Truth Social, Minggu, 11 Januari.

Dalam unggahan tersebut, Trump membagikan foto resmi dirinya dengan keterangan “Acting President of Venezuela” serta mencantumkan status “Incumbent January 2026.” 

Postingan itu juga menampilkan identitas Trump sebagai Presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat, dengan catatan ia mulai menjabat pada 20 Januari 2025.


Dilansir dari The Telegraph, Senin, 12 Januari 2026, unggahan itu muncul setelah eskalasi besar awal bulan ini, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi berskala besar terhadap Venezuela.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke New York. Keduanya kemudian didakwa atas tuduhan konspirasi narkoterorisme oleh otoritas Amerika Serikat.

Menjelaskan sikap Washington, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.

“Kami akan mengelola Venezuela sampai ada transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Kami tidak bisa mengambil risiko jika Venezuela diambil alih oleh pihak lain yang tidak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela,” kata Trump.

Di tengah klaim Trump tersebut, Venezuela telah menunjuk kepemimpinan sementara. Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodriguez secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pekan lalu, menyusul penahanan Maduro.

Trump juga mengaitkan rencana transisi Venezuela dengan cadangan minyak negara itu. Ia mengklaim otoritas interim akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak “berkualitas tinggi” yang sebelumnya dikenai sanksi kepada Amerika Serikat untuk dijual dengan harga pasar.

Terkait pengelolaan hasil penjualan minyak tersebut, Trump mengatakan dana akan dikendalikan langsung olehnya sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Uang itu akan saya kendalikan untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat. Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana ini,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibongkar di pelabuhan Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)