Air banjir masuk hingga ruang kelas SD 2 Hadipolo. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Banjir di Mejobo Kudus, Delapan Desa dan 47 Sekolah Terdampak
Rhobi Shani • 12 January 2026 11:05
Kudus: Banjir kembali melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akibat cuaca ekstrem. Di Kecamatan Mejobo, sedikitnya delapan desa terendam banjir, kemudian Jalan Kudus–Pati terpaksa ditutup sementara karena tingginya genangan air. Dampak banjir juga meluas hingga sektor pendidikan, dengan 47 sekolah dilaporkan terdampak.
Camat Mejobo Amin Rahmat mengatakan ketinggian air di wilayahnya pada Senin, 12 Januari 2026, mencapai lebih dari 60 sentimeter. Sehingga banyak kendaraan mengalami mogok.
“Mejobo airnya tinggi, beberapa mobil ada yang mogok apalagi motor. Jadi kita tutup dan arahkan putar balik. Ketinggian (air) sepaha orang dewasa,” ungkap Amin, Senin, 12 Januari 2026.

Kondisi banjir di Mejobo Kudus. Metrotvnews.com/ istimewa
Menurut Amin, ketinggian banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yang berada di kisaran 50 sentimeter -saat itu kendaraan masih bisa melintas-. Ia menyebutkan, desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Tenggeles, Jojo, Mejobo, Temulus, Payaman, dan Kirig. Sementara itu, Desa Hadiwarno dan Golantepus terdampak banjir akibat talut yang jebol.
“Air ini sudah sampai Desa Temulus. Kalau di Desa Payaman masih di 10–20 sentimeter,” kata Amin.
Hingga kini, pihak kecamatan masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak banjir. Selain itu, juga berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Ini sedang kami rekap ada berapa yang masuk dalam rumah. Untuk yang masuk rumah di Mejobo, Temulus, dan Golantepus,” beber Amin.
“Ini kami menjaga terutama di ruas jalan sama mendata dan menyiapkan seandainya dibutuhkan untuk mengungsi. Mudah-mudahan tidak ada,” ungkapnya.
47 Sekolah Terendam Banjir
Dampak banjir juga dirasakan dunia pendidikan. Sebanyak 47 sekolah di Kabupaten Kudus dilaporkan terendam air, mulai dari halaman, teras, hingga ruang kelas. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan sekolah terdampak.“Hingga saat ini yang baru melaporkan untuk pembelajaran daring ada di SD 2 Hadipolo,” kata Anggun.
Ia menginstruksikan seluruh sekolah untuk mengamankan aset dan perlengkapan pembelajaran guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Anggun merinci, banjir merendam sekolah di tujuh kecamatan, yakni Jekulo, Kaliwungu, Jati, Dawe, Mejobo, Bae, dan Kecamatan Kota.
Di Kecamatan Jekulo, banjir berdampak pada SD 2 Hadipolo, SD 3 Sadang, SD 4 Sadang, SD 2 Sidomulyo, SD 1 Bulungkulon, SD 2 Bulungkulon, SD 3 Bulungkulon, serta SD 1 Pladen yang mengalami ambrol atap teras. Selain itu, SD 7 Hadipolo, TK Pertiwi 1 Hadipolo, dan TK Pertiwi Pladen juga terdampak. Selanjutnya, di Kecamatan Kaliwungu, sekolah terdampak meliputi SD 1 Sidorekso, SD 2 Sidorekso, SD 3 Mijen, SD 1 Gamong, dan SD 1 Setrokalangan. Sementara di Kecamatan Jati, banjir merendam SD 2 Ngembal Kulon, SD 4 Ngembal Kulon, SD 3 Ngembal Kulon, SD 1 Jati Wetan, SD 4 Jati Wetan, SD 3 Jati Wetan, SD 3 Pasuruhan Lor, SD 2 Tanjungkarang, dan SD 2 Jetiskapuan.
“Wilayah Dawe yang tergenang di SD Glagah Kulon, SD 1 Kuwukan, dan SD 2 Japan,” kata Anggun.
Kemudian di Kecamatan Mejobo, sekolah terdampak meliputi SD 4 Golantepus, SD Islam Nurul Yasin, SD 2 Jojo, SD 2 Mejobo, SD 1 Jojo, SD 3 Jojo, SD 5 Mejobo, SD 2 Kesambi, SD 1 Golantepus, SD 3 Mejobo, SD 4 Temulus, SD 1 Mejobo, SD 4 Mejobo, dan SD 4 Kesambi. Untuk Korwil Bae, lembaga terdampak yakni TK Darul Ulum, KB Darul Ulum, dan TK Pertiwi Ngembalrejo, sedangkan di wilayah Kecamatan Kota, banjir merendam SD 2 Mlati Lor dan SD 3 Mlati Lor.