Gunung Anak Krakatau Erupsi Keluarkan Lava Fountain

Visual Gunung Anak Krakatau dari CCTV pantauan di lapangan. Foto: Magma Indonesia Kementerian ESDM.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Keluarkan Lava Fountain

Gabriella Thesa Widiari • 5 September 2026 07:10

Jakarta: Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, mengalami erupsi berulang sejak Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu, 5 September 2026. Laporan di laman resmi Magma Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, kondisi erupsi ini diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau air mancur lava.

"Gunung Anak Krakatau erupsi menerus, berlangsung sejak tanggal 4 September 2026 pukul 23:07 WIB hingga saat laporan ini dibuat. Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai Lava Fountain atau lava air mancur," tulis laporan tersebut, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

Berdasarkan laporan pengamatan Magma Indonesia, hingga pukul 06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 70 mm. Suara dentuman dan gemuruh dilaporkan terdengar jelas hingga Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran.

"CCTV pengamatan di lapangan off terkena lontaran," tulis laporan tersebut.

Secara visual, gunung api berketinggian 157 mdpl tersebut tampak jelas hingga tertutup kabut. Kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau berawan hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 26,5–27,1 derajat Celcius dan kelembapan 75–78 persen. Embusan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.


Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terekam CCTV PVMBG. ANTARA/HO-PVMBG.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan berada pada Level III atau level siaga. Masyarakat, wisatawan, serta pendaki diimbau untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius aman tiga kilometer dari kawah aktif.

(Gabriella Thesa Widiari)