PBB Peringatkan Konflik Yaman Bisa Kembali Jadi Perang Skala Penuh

PBB memperingatkan eskalasi konflik Yaman dapat berkembang menjadi perang skala penuh. (Anadolu Agency)

PBB Peringatkan Konflik Yaman Bisa Kembali Jadi Perang Skala Penuh

Willy Haryono • 8 September 2026 07:21

Sanaa: Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Hans Grundberg menyerukan seluruh pihak bertikai menghentikan permusuhan dan menahan diri, seraya memperingatkan eskalasi terbaru di Yaman saat ini dapat berkembang menjadi perang skala penuh.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs PBB, Grundberg mengatakan serangkaian serangan kelompok pemberontak Houthi di sejumlah front telah meningkatkan intensitas pertempuran dan memperbesar risiko konflik meluas.

Ia menyebut perkembangan tersebut “sangat mengkhawatirkan," terutama karena adanya laporan mengenai warga sipil yang tewas dan terluka, keluarga yang terpaksa mengungsi, serta kerusakan terhadap infrastruktur sipil.

Yaman telah mengalami konflik selama lebih dari satu dekade. Grundberg memperingatkan kembalinya pertempuran besar-besaran secara berkelanjutan akan menimbulkan konsekuensi serius bagi warga sipil dan semakin mempersulit jalan menuju penyelesaian politik.

Menurutnya, kebutuhan rakyat Yaman terhadap keamanan, institusi pemerintahan yang berfungsi, dan masa depan tanpa konflik hanya dapat diwujudkan melalui jalur politik yang kredibel.

"Jalur tersebut harus mampu menangani persoalan politik, keamanan, dan ekonomi yang menjadi akar konflik Yaman," kata Grundberg, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 8 September 2026.

Saluran Komunikasi

Grundberg juga menekankan pentingnya memanfaatkan seluruh saluran komunikasi yang tersedia untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Salah satunya adalah Komite Koordinasi Militer yang didukung PBB dan dapat digunakan pihak-pihak yang bertikai untuk mengurangi risiko salah perhitungan serta mencegah pertempuran semakin meluas.

Ia juga meminta seluruh pihak mematuhi kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional, termasuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.

Grundberg mengatakan akan terus berkomunikasi secara langsung dengan pihak-pihak yang bertikai untuk meredakan ketegangan dan mempertahankan ruang bagi dialog.

Ia turut mendesak negara-negara kawasan dan komunitas internasional menggunakan pengaruh mereka untuk menurunkan ketegangan dan membantu mengembalikan proses perundingan politik.

Peringatan tersebut disampaikan setelah sejumlah front di Yaman kembali mengalami pertempuran dalam beberapa hari terakhir.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi dilaporkan kembali meningkat, terutama di Provinsi Taiz, Al-Jawf, dan Al-Bayda, disertai serangan udara terhadap sejumlah lokasi yang dikuasai kelompok tersebut.

Sejak Juli, sejumlah front mengalami rangkaian serangan timbal balik yang mengakhiri periode ketenangan relatif di Yaman setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB berlaku pada April 2022.

Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah kota lain sejak September 2014. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya menguasai sebagian besar wilayah selatan, timur, dan barat negara tersebut.

Grundberg memperingatkan bahwa eskalasi berkelanjutan dapat semakin memperburuk kondisi kemanusiaan dan menghambat upaya mencapai penyelesaian politik atas konflik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Militer Yaman Lancarkan 13 Serangan Udara ke Posisi Houthi di Al-Bayda

(Willy Haryono)