Pemadaman Karhutla di Kalsel Terkendala Akses dan Sumber Air

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB saat menyampaikan perkembangan penanganan karhutla. (Dokumentasi/ YouTube BNPB Indonesia)

Pemadaman Karhutla di Kalsel Terkendala Akses dan Sumber Air

Silvana Febiari • 2 September 2026 17:41

Banjarmasin: Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi dan sumber air yang jauh menyulitkan proses pemadaman.

"Kendala utama di lapangan antara lain adalah akses menuju lokasi yang sulit, jauhnya sumber air, lahan yang luas, serta angin dan kondisi asap yang menghambat pemadaman," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan saat konferensi pers, Rabu, 2 September 2026. 

Berdasarkan data per 1 September 2026, BNPB mencatat terdapat 29 titik api di Kalsel dengan luas lahan terbakar mencapai 348 hektare. Dari luasan tersebut, lebih dari 80 hektare telah berhasil dipadamkan.


"Kualitas udara sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang hanya di atas 10 km, artinya normal," ungkap Berton. 

Untuk mempercepat pemadaman, operasi dilakukan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara. Operasi darat berhasil memadamkan sekitar 22 hektare, sedangkan operasi udara diperkuat dua armada dengan waktu operasi 10 jam 28 menit.

Penanganan dari udara juga dilakukan melalui water bombing menggunakan lima helikopter. Sebanyak 1.212.000 liter air dijatuhkan untuk membantu memadamkan karhutla, dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 58 hektare.


Satgas Darat memadamkan bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)


Berton mengatakan penanganan karhutla dilakukan di 10 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten. Untuk operasi water bombing, lima helikopter difokuskan di wilayah Ring 1 Kalsel, yakni Kabupaten Banjar dan Banjarbaru.

Sementara itu, Barito Kuala, Banjar, Tapin, dan Balangan masih menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla pada hari-hari berikutnya.

"Ini tentu di hari-hari ke depan ini menjadi perhatian kami sehingga diharapkan dapat dipadamkan wilayah-wilayah ini," ujarnya.

Menghadapi kendala di lapangan, tim terus mencari cara untuk mendekatkan sumber air ke titik kebakaran. Salah satunya dengan membuat kanal dan sumur baru.

"Namun demikian, tentu tim kita tetap bekerja keras dengan membuat kanal-kanal maupun sumur-sumur baru sehingga jarak air dengan titik api lebih dapat didekatkan," ungkap Berton.

(Silvana Febiari)