Pede Ekonomi Tumbuh hingga 6% di Triwulan I, Purbaya Beberkan Daya Gedornya

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Pede Ekonomi Tumbuh hingga 6% di Triwulan I, Purbaya Beberkan Daya Gedornya

Husen Miftahudin • 14 February 2026 10:43

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 berkisar antara 5,5 persen hingga 6,0 persen

"Mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026," ungkap Purbaya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pada triwulan I-2026, lanjut dia, pemerintah memastikan belanja negara sebesar Rp809 triliun benar-benar optimal. Adapun belanja negara tersebut dialokasikan untuk percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak Rp62 triliun.

Kemudian, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN)/TNI/Polri sebesar Rp55 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra sebesar Rp6 triliun, serta paket stimulus sebanyak Rp13 triliun. Total injeksi langsung ini mencapai sekitar Rp136 triliun di luar belanja rutin.

Tambahan momentum berasal dari faktor musiman seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idulfitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB), lanjut dia, injeksi sebesar ini berpotensi menghasilkan efek pengganda signifikan, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, makanan-minuman, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 

Baca juga: Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Dorongan investasi langsung capai Rp220 triliun


Pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total Rp20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai USD7 miliar atau sekitar Rp110 triliun. Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong sektor konstruksi serta industri bahan bangunan, tetapi juga memperkuat hilirisasi berbasis ekspor dan meningkatkan nilai tambah domestik.

"Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di triwulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan," terang Purbaya.

Jika belanja Rp809 triliun pada triwulan I-2026 terserap optimal, injeksi Rp136 triliun langsung menggerakkan konsumsi, dan realisasi investasi Rp220 triliun berjalan tepat waktu, lanjutnya, maka pertumbuhan semester I berpotensi melampaui 5,5 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)