Jelang Ramadan, Industri Modest Fesyen Nasional Mulai Menggeliat

Ilustrasi. Foto: dok ist.

Jelang Ramadan, Industri Modest Fesyen Nasional Mulai Menggeliat

Ade Hapsari Lestarini • 8 February 2026 21:08

Jakarta: Industri fesyen muslim atau kerap dikenal modest fesyen Tanah Air, terus mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

 
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan pertumbuhan industri ini konsisten dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Tren positif ini turut mengantarkan Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam industri modest fesyen dunia.
 
Untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri modest fesyen nasional, pemerintah menggandeng berbagai pemangku kepentingan agar manfaat dan dampak positifnya semakin luas. Langkah strategis yang terus didorong adalah penyelenggaraan berbagai acara dan pameran yang dapat menjadi wadah bagi pelaku industri modest fesyen dalam negeri untuk menampilkan karya, memperluas pasar, dan memperkuat jejaring ekosistem industri nasional.
 
Menilik industri ini, salah satu pelaku usaha, Haadiya Syari menjadi pemain baru, dengan harapan dapat memberikan makna pada pakaian modest Indonesia. Haadiya Syari mengusung tema yang sejalan dengan brand tagline yaitu Inspired by Faith, Rooted in Values. Tema ini mengedepankan sisi penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla yang berakar pada iman dan nilai-nilai Islam.
 
"Saya ingin semua acara yang dibuat oleh Haadiya sebisa mungkin lebih mindful dan tidak menimbulkan limbah atau kerusakan pada lingkungan. Saya menggunakan kain-kain sebagai dekorasi, agar nantinya kain-kain ini pun dapat dipergunakan kembali sebagai tas ataupun sarung bantal, sehingga memperpanjang masa hidup kain tersebut," ujar Founder brand Haadiya Syari, Alia Karenina, dalam keterangan resmi, Minggu, 8 Februari 2026.
 
Brand Haadiya merepresentasikan keberlanjutan dan masa hidup lebih panjang dengan niat menjaga titipan Allah. Brand ini tidak menganut prinsip sesuatu yang cepat dan nantinya akan cepat hilang. Lahirnya brand ini dari pengalaman personal pencarian busana syar’i yang nyaman, bermakna, dan tetap berkelas.
 
"Saya ingin sama-sama belajar bersama dengan muslimah lain agar tetap istikamah berpakaian syar’i sesuai syariat Islam. Juga, untuk mengubah persepsi negatif atas perempuan berpakaian syar’i syar’i bukan sesuatu yang tertinggal, melainkan pilihan sadar dengan penuh kekuatan berlandaskan ketakwaan dan penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla," kata Alia.

 

Berkolaborasi mengembangkan industri modest fesyen Tanah Air

 
Melalui tema In Return, Haadiya ingin mengajak audiens memahami setiap pilihan yang dilandasi niat baik selalu memberi balasan. Ketika seorang perempuan memilih modesty, dia tidak kehilangan apapun justru ia menerima ketenangan, kejernihan, dan kekuatan batin.
Dalam koleksi kapsul perdana ini, Haadiya juga berkolaborasi dengan desainer Adrie Basuki untuk bahan batik Sadabhumi yang lahir dari filosofi perjuangan penuh makna, terinspirasi dari pejuang kanker.
 
"Saya memahami perjuangan ini karena pengalaman personal. Saya harap dengan kolaborasi ini, semakin banyak brand terinspirasi berkolaborasi dengan pejuang hebat yang sedang menghadapi ujian dalam hidupnya," kata dia.
 
Meski tidak memiliki background fesyen designer, Alia merupakan sosok sangat terbuka untuk kolaborasi dengan pelaku fesyen lain agar dapat sama-sama bekerja sama mengembangkan industri modest fesyen Tanah Air.
 
"Saya rasa kini sudah bukan waktunya tampil sendiri. Saya justru ingin lebih mengedepankan kolaborasi dengan banyak pihak mempererat ukhuwah dan silaturahmi," ujar Alia.
 
Pada peluncuran ini, Alia tak hanya memperkenalkan brand Haadiya, tapi juga melakukan relaunching brand modest fesyen yang sudah lebih dulu diluncurkan pada 2022 silam, yaitu Aleiya.
 
""Aleiya lebih dulu diluncurkan dan kini sedang mengalami transformasi brand yang lebih mengutamakan kesederhanaan dalam desain. Harapannya, bisa masuk pada generasi lebih muda serta ingin mulai memakai pakaian modest," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)