Ilustrasi Ronaldo dan Modric. Foto: x/@BADRDesign14
Statistik Pertandingan Portugal vs Kroasia: Lebih Baik Ronaldo atau Modric?
Muhamad Marup • 2 July 2026 16:26
Jakarta: Cristiano Ronaldo dan Luka Modric akan saling bertemu ketika Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat, 3 Juni 2026, pukul 06.00 WIB. Pertandingan nanti merupakan ajang reuni mengingat eduanya sama-sama pernah menjadi bagian kesuksesan Real Madrid di Eropa.
Pertemuan ini unik karena terjadi saat usia mereka sudah menginjak kepala empat. Kiprah Modric dan Ronaldo dalam Piala Dunia 2026 mendapat respons beragam, dda yang menyambut positif, ada yang tidak.
Ronaldo dianggap menghambat generasi emas Portugal edisi ini dalam merengkuh pencapaian tertinggi, termasuk menjuarai Piala Dunia.
Tapi secara umum, dunia sepak bola menghormati warisan dan kiprah kedua pemain. Modric bahkan dihormati oleh rekan-rekan satu timnya, yang mungkin sebesar diberikan pemain-pemain Argentina kepada Lionel Messi.
Statistik Ronaldo vs Modric
Ronaldo dan Modric mencatat 200 menit lebih pertandingan di Piala Dunia 2026. Ronaldo sudah bermain 270 menit, Sementara Modric bermain selama 229 menit.Di luar dua gol, Ronaldo gagal memberikan assist kepada rekan-rekannya. Ia menduduki urutan ke-31 dalam daftar 38 pemain depan yang terbanyak membuat sentuhan, urutan ke-32 dalam merebut lagi bola, dan ke-38 dalam duel mempertarungkan bola.
Catatan Modrid agak lebih baik. Selama 229 menit bermain sejauh ini, dia sudah membuat lima peluang, dan menduduki urutan ke-94 dan ke-98 dalam hal merebut lagi bola dan duel mempertarungkan bola, dari 103 gelandang yang bermain dalam Piala Dunia edisi ini.
Ilustrasi Ronaldo dan Modric. Foto: x/@433
Tetapi performa Ronaldo yang tak terlalu impresif itu tidak mencerminkan gambaran umum kekuatan Portugal. Selecao de Quinas saat ini tetap dianggap lebih baik, karena berperingkat FIFA lebih tinggi. Portugal 8, Kroasia 13.Statistik Portugal vs Kroasia
Portugal turut menjadi favorit juara dunia dan disebut-sebut sebagai salah satu juara baru di luar delapan tim yang sudah pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Dalam soal ini, Kroasia tidak satu kolam dengan Portugal.Kalau dilihat dari dua Piala Dunia terakhir sebelum edisi 48 ini, prestasi Kroasia jauh lebih bagus dan konsisten ketimbang Portugal.
Mereka menjadi runner up Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Prancis dalam final edisi itu, dan urutan ketiga pada 2022 setelah mengalahkan Maroko saat perebutan tempat ketiga.
Tapi berdasarkan kinerja kedua tim selama fase grup, Portugal memang terlihat lebih baik dibandingkan dengan Kroasia. Selecao berhasil mencetak 6 gol dari 37 peluang, sedangkan Vetreni membuat 5 gol.
Gawang Portugal juga lebih sulit ditembus lawan. Mereka baru kebobolan satu kali ketika gawang Kroasia sudah jebol lima kali.
Tim asuhan Roberto Martinez juga memiliki sentuhan di sepertiga terakhir lapangan yang lebih banyak, dengan 197 yang 70 persen di antaranya terjadi di kedua sayap. Sedangkan, Kroasia membuat total 133 sentuhan.
Walau disulitkan oleh Kongo dan Kolombia, pemain-pemain Portugal lebih aktif dalam membuka ruang agar bola dialirkan lebih lancar, yang ditunjukkan dari indikator offer to receive. Indikator itu menunjukkan, Kroasia hanya 938, sedangkan Portugal 1.210 kali.
Portugal juga jauh lebih aktif dalam menembus lini ke lini, dengan 597 kali yang 450 di antaranya efektif. Kroasia membuat 471 yang 289 di antaranya efektif.
Portugal bisa memiliki catatan lebih baik seperti itu karena dianugerahi banyak pemain bagus, terutama yang beroperasi di lini tengah dan sayap.
Duet gelandang Paris Saint Germain, Vitinha dan Joao Neves, mantan gelandang Manchester City Bernardo Silva, gelandang Manchester United Bruno Fernandes, kerap disebut sebagai gelandang-gelandang terbaik di dunia saat ini.
Fakta dari data FIFA yang memperlihatkan Fernandes dan Vitinha menjadi dua pemain Selecao paling menonjol dalam hal menerobos pertahanan lawan, bergerak antarlini, mengirimkan umpan dan umpan silang, serta melakukan pressing. Hal itu menunjukkan lini tengah Portugal sangat hidup. Bandingkan dengan Kroasia yang untuk soal pasokan umpan saja, angka tertingginya dipegang oleh bek tengah Josip Sutalo, 233 kali. Masih di bawah Vitinha, 281.
Data-data itu menunjukkan Portugal akan cenderung menguasai lapangan tengah, yang dalam sepak bola modern adalah titik awal untuk memenangkan pertandingan.
Sebenarnya, bersama Modric, lapangan tengah Kroasia tetap kuat, tapi tidak lebih kuat dari Selecao. Bahkan angka Modric dalam menuntaskan misi merusak mode defensif lawan lebih rendah dibandingkan Vitinha. Modric 42, Vitinha 74.
Yang pasti, hal paling menonjol dari laga ini adalah prospek terjadinya pertarungan di lini tengah dan sayap.