Omzet UMKM Digenjot lewat Pendampingan hingga Pemanfaatan AI

Ilustrasi kecerdasan buatan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Omzet UMKM Digenjot lewat Pendampingan hingga Pemanfaatan AI

Naufal Zuhdi • 3 July 2026 00:00

Jakarta: Program pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendongkrak performa bisnis lokal. Para peserta tidak hanya dibekali teori konvensional melainkan juga adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga sukses melipatgandakan omzet penjualan mereka.

“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Pendampingan yang intensif harus mampu mengubah cara berpikir pelaku usaha, memperkuat tata kelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, hingga membuka akses terhadap pasar dan pembiayaan. Ketika kapasitas pelaku usaha meningkat, maka omzet dan daya saingnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Uno, di Jakarta, dikutip melalui Media Indonesia, Kamis, 2 Juli 2026.
 


Para peserta tergabung dalam program inkubasi GemaWira yang berjalan selama tiga bulan. Kurikulum inkubasi GemaWira sengaja dirancang secara komprehensif demi membangun ketahanan kapasitas bisnis yang berkelanjutan. 

Hasilnya, lonjakan omzet paling signifikan dirasakan oleh Dwi Komalasari, pemilik Nain Toe Sik Catering yang dirintis sejak 2018. Bisnis kateringnya berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan 100% dari Rp10 juta menjadi Rp20 juta per bulan.

Dwi mengaku, sebelum tersentuh program ini, manajemen usahanya berjalan tanpa perencanaan yang terukur. Instrumen mutakhir seperti Business Model Canvas (BMC), growth planning, hingga optimalisasi fitur kecerdasan buatan masih menjadi hal tabu baginya.

“Ilmu yang saya peroleh tidak berhenti di teori, tetapi langsung saya terapkan dalam usaha. Operasional menjadi lebih tertata, saya lebih percaya diri mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan Alhamdulillah omzet usaha terus meningkat,” ungkap Dwi.

Tren positif serupa turut dialami oleh Vemmy Magdaliena selaku pemilik jenama kuliner ByNiNe. Omzet bulanannya melesat dari Rp6 juta menjadi Rp10 juta setelah dirinya merombak sistem pencatatan keuangan manual dan memperluas penetrasi pasar lewat digital marketing.


Para peserta tergabung dalam program inkubasi GemaWira yang berjalan selama tiga bulan. Foto: Dok. Istimewa.

“Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri saya sebagai pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Vemmy.

Melengkapi daftar peserta terbaik, Indah Purnamasari yang menakhodai Ninu Culinary sejak 2016 juga mencatatkan kenaikan omzet dari Rp7 juta menjadi Rp9 juta. Pendampingan berkala tersebut diakui Indah berhasil membuka matanya untuk menyusun visi bisnis jangka panjang, merapikan arus kas, serta berani membuka ruang kolaborasi inter-UMKM.

Keberhasilan para pelaku usaha ini menjadi role model nyata bahwa intervensi pelatihan yang terstruktur, penguasaan legalitas, akses pembiayaan, serta adaptasi terhadap modernisasi kecerdasan buatan mampu mengubah peta kekuatan UMKM nasional menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing global.

(Fachri Audhia Hafiez)