Mengapa Industri Entertainment Kini Menarik bagi Investor?

Chief Executive Officer SHOW Token Akshay Melwani. Foto: dok istimewa.

Mengapa Industri Entertainment Kini Menarik bagi Investor?

Ade Hapsari Lestarini • 3 July 2026 13:40

Jakarta: Industri hiburan kini mulai dipandang sebagai sektor yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar bisnis berbasis konsumsi. Di pasar global, semakin banyak investor melihat entertainment sebagai emerging asset class yang didukung oleh perkembangan teknologi, media digital, komunitas, dan intellectual property (IP).

Perubahan cara pandang tersebut mendorong lahirnya model bisnis baru yang mengintegrasikan media, teknologi, komunitas digital, dan IP ke dalam satu ekosistem bernilai ekonomi.

Chief Executive Officer SHOW Token Akshay Melwani mengatakan pihaknya berkomitmen membangun ekosistem hiburan berbasis teknologi di Indonesia. Pengembangan tersebut mencakup ekonomi kreator (creator economy), platform media, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta infrastruktur blockchain yang saling terintegrasi.

Menurut Akshay, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan industri hiburan digital di Asia Tenggara. Selain memiliki jumlah layar bioskop yang terus bertambah, Indonesia juga mencatat tingkat kunjungan penonton bioskop yang tinggi di kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 70 persen pendapatan box office nasional berasal dari film lokal.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kualitas industri kreatif nasional sekaligus membuka peluang membangun ekosistem entertainment yang berkelanjutan.


Ilustrasi. Foto: dok SHOW Token.
 

Membawa pengalaman dari dunia pasar modal


Berbeda dengan pelaku industri kreatif pada umumnya, Akshay membawa pengalaman dari dunia pasar modal. Lulusan Master of Finance itu pernah berkarier di divisi Equity Research Macquarie Group serta Investment Banking Mandiri Sekuritas.

Pengalaman tersebut membentuk pendekatannya dalam membaca perkembangan industri, mulai dari analisis fundamental perusahaan, valuasi bisnis, identifikasi peluang pertumbuhan jangka panjang, hingga perubahan perilaku konsumen yang memengaruhi nilai perusahaan di mata investor.

Menurut dia, perusahaan entertainment modern tidak lagi hanya bergantung pada produksi konten, tetapi juga membangun intellectual property, komunitas digital, dan ekosistem kreator yang mampu menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

"Entertainment saat ini berkembang menjadi bisnis yang didorong oleh audience ecosystem, digital engagement, serta intellectual property. Investor mulai melihat nilai sebuah perusahaan media tidak hanya berasal dari kontennya, tetapi dari kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas dan menciptakan monetisasi yang berkelanjutan," ujar Akshay.

Ia menilai transformasi tersebut telah mengubah cara investor memandang industri kreatif. Jika sebelumnya sektor hiburan lebih sering diposisikan sebagai bisnis berbasis proyek, kini perusahaan media berkembang menjadi platform yang memperoleh pendapatan dari berbagai lini, seperti distribusi digital, lisensi intellectual property, creator economy, hingga pemanfaatan teknologi AI.

Pendekatan itu menjadi dasar pengembangan SHOW Token sebagai ekosistem entertainment yang menghubungkan industri media, kreator, AI, blockchain, dan komunitas digital dalam satu platform.

Menurut Akshay, konsep tersebut sejalan dengan prinsip investasi di pasar modal, yakni membangun aset yang memiliki fundamental kuat, potensi pertumbuhan berkelanjutan, dan mampu menghasilkan nilai ekonomi dalam jangka panjang.

Dengan pendekatan tersebut, industri entertainment tidak lagi dipandang semata sebagai sektor hiburan, melainkan sebagai bagian dari ekonomi digital yang terus berkembang melalui inovasi teknologi, intellectual property, dan komunitas digital.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara, Akshay menilai integrasi pasar modal, teknologi, dan creator economy akan semakin relevan dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif di kawasan.

(Ade Hapsari Lestarini)