Tim SAR Gabungan sementara melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk mencari dan mengevakuasi para pendaki WNA asal Singapura dan WNI, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Basarnas Maluku Utara/am.
BNPB: Dua WNA Pendaki Gunung Dukono Terdeteksi Dekat Bibir Kawah
Lukman Diah Sari • 9 May 2026 13:14
Labuan Bajo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu, 9 Mei 2026. Posisi dua pendaki yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura telah terdeteksi, sedangkan satu pendaki lokal asal Papua belum diketahui keberadaannya.
"Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melansir Antara, Sabtu, 9 Mei 2026.
Abdul menegaskan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono dari Badan Geologi, mengingat status gunung tersebut berada pada Level II (Waspada). Informasi dari PGA, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar.
Sejak Sabtu dini hari, 9 Mei 2026, hingga pukul 11.00 WIT, tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak. BNPB menyesalkan adanya aktivitas pendakian tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.

Erupsi Gunung Dukono. (Pos PGA Dukono)
Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari puncak kawah. Demi mencegah insiden serupa, BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi Badan Geologi terkait pembatasan aktivitas di gunung api aktif lainnya yang berstatus Waspada maupun Siaga, seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi di Sumatra Barat, hingga Gunung Semeru di Jawa Timur.
"Kami meminta para operator jasa pendakian dan masyarakat untuk aktif mensosialisasikan penutupan jalur ini. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku demi keselamatan jiwa," kata Abdul.