Ilustrasi Pexels
Tren Freestyle Tewaskan Siswa SD di Lombok Timur, Keselamatan Anak Terancam
Muhamad Marup • 6 May 2026 14:16
Jakarta: Belakangan ini freestyle terutama gerakan handstand kembali tren di kalangan anak-anak. Tren ini harus jadi perhatian karena telah merenggut korban seorang siswa SD di Lombok Timur.
Tren ini muncul karena salah satu gerakan dalam gim online. Di media sosial terutama Tiktok, jika kita memasukan keyword freestyle maka akan muncul banyak video yang menunjukkan anak-anak melakukan gerakan handstand.
Gerakan handstand sebenarnya sempat viral pada tahun 2021. Hanya saja, pada tahun tersebut gerakan handstand dilakukan anak saat sujud ketika salat.

tangkapan layar Instagram
Saat ini, gerakan handstand tersebut dilakukan anak di mana saja. Lebih mengkhawatirkan lagi, gerakan tersebut dilakukan di depan para orang tua baik guru maupun orang tua.
Orang tua harus lebih memperhatikan anak karena gerakan tersebut dapat mengancam keselamatan anak.
Bahaya freestyle bagi anak
Mengutip klikdokter.com, tren freestyle dengan gerakan handstand ini sangat berbahaya bila tidak dilakukan oleh profesional atau orang terlatih. Dalam artikel tersebut, dr. Arina Heidyana mengatakan tulang anak belum terlalu kuat dan lebih kecil dibandingkan orang dewasa.Postur tulang yang relatif lebih kecil dan tipis pada anak-anak lebih berisiko mengalami patah tulang. Apalagi gerakan freestyle ini dilakukan tanpa peregangan otot serta latihan memadai.
"Iya, bisa berbahaya karena ada kemungkinan risiko cedera saat melakukannya. Cederanya itu bisa membuat pergeseran sendi bahkan sampai patah tulang," jelas dr. Arina.
Pada gerakan handstand, leher juga punya risiko cedera. Leher yang menopang berat badan juga bisa keseleo hingga patah tulang.
Saat tangan dan leher tidak kuat atau sempurna menahan beban tubuh, risiko jatuh dengan kepala terbentur ke lantai juga besar. Dalam kondisi tersebut, kepala bisa memar, bengkak, berdarah, hingga dapat berujung gegar otak.
.jpeg)
Tangkapan layar Tiktok
Alasan handstand berbahaya
Melansir handstand-canes.com, melakukan handstand membutuhkan tingkat kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tertentu. Gerakan ini butuh persiapan atau pelatihan yang tepat karena dapat menyebabkan cedera seperti otot tegang atau pergelangan tangan terkilir.Handstand membutuhkan banyak latihan untuk dikuasai. Para pelaku handstand berpengalaman pun dapat mengalami kecelakaan jika mereka memaksakan diri melebihi kemampuan mereka.
Tren ini patut jadi perhatian. Orang tua harus lebih tegas untuk mengingatkan tentang bahaya gerakan tersebut bagi keselamatan anak.