Duo Produser Rio Kamase dan Vidi Newrockman Gerakkan Ekonomi Kreatif Teater Sukabumi Jadi Rp989 Juta per Tahun

Rio Kamase dan Vidi Newrockman, yang sukses pacu ekonomi kreatif teater Sukabumi, menargetkan nilai ekonomi kreatif teater capai Rp5 miliar pada 2026. Istimewa

Duo Produser Rio Kamase dan Vidi Newrockman Gerakkan Ekonomi Kreatif Teater Sukabumi Jadi Rp989 Juta per Tahun

Surya Perkasa • 26 December 2025 13:09

Sukabumi: Industri seni teater Sukabumi menunjukkan perkembangan signifikan berkat langkah strategis dua produser muda, Ri Kamase dan Vidi Newrockman, melalui Ngajagi Kreasi Nusantara. Dalam satu tahun kerja ekosistemik, mereka berhasil menggerakkan nilai ekonomi kreatif teater hingga Rp 989 juta per tahun.

“Ini bukan garis akhir, ini adalah titik start yang solid,” tegas mereka dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 26 Desember 2025

Capaian tersebut membuka babak baru bagi kebangkitan seni pertunjukan daerah. Capaian ini merupakan hasil dari Phase 1, yaitu masa eksplorasi intensif untuk menemukan formula demi formula agar seni pertunjukan dapat kembali hidup di satu kota.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, sumber daya kreatif, dan ekosistem yang belum mapan. Semangat kolaborasi selama setahun terakhir mampu menghasilkan progres yang memuaskan dan terukur.

“Phase 1 adalah proses menemukan cara agar teater bisa hidup kembali di Sukabumi. Dengan segala keterbatasan, hasilnya cukup memuaskan,” ujar Ri Kamase.

Dengan nilai ekonomi hampir satu miliar rupiah tersebut, Ngajagi Kreasi Nusantara sukses menghadirkan tujuh produksi pertunjukan dalam satu tahun. 
 


Setiap produksi membuka peluang kerja bagi ratusan pekerja seni, musisi, kru panggung, serta UMKM lokal yang bergerak bersama ekosistem pertunjukan. Capaian ini menegaskan bahwa teater bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi juga sektor ekonomi yang memiliki potensi pertumbuhan nyata.

Namun, duo produser ini menegaskan pencapaian ini belum cukup untuk sepenuhnya mensejahterakan seniman panggung Sukabumi. Nilai Rp989 juta masih berfungsi sebagai pondasi awal, langkah penting untuk membangun industri teater yang stabil dan berkelanjutan.

“Tahun berikutnya, fokus kami adalah memperkuat ekosistem, bukan hanya memproduksi pertunjukan,” lanjut Ri Kamase.

Vidi Newrockman menekankan pentingnya peningkatan kualitas produksi dan perluasan jaringan kreatif. “Dengan dukungan publik yang semakin besar, kami siap mendorong ekonomi kreatif teater Sukabumi mencapai Rp 5 miliar per tahun pada 2026. Target ini adalah bagian dari visi jangka panjang agar seniman Sukabumi dapat hidup layak dari profesinya,” terang Vidi.

Dengan pondasi yang telah dibangun, Ngajagi Kreasi Nusantara menegaskan bahwa Sukabumi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teater, sekaligus menunjukkan bahwa kota non-metropolitan pun mampu membangun industri pertunjukan yang modern, produktif, dan berdaya saing.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Surya Perkasa)