Bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8)./Foto: BNPB
Akses Pulih, Bantuan Pascagempa Mengalir ke Pulau Palue NTT
Palce Amalo • 22 August 2026 09:56
Sikka: Akses menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur pulih. Sebelumnya, jalur tersebut sempat terputus akibat tanah longsor pascagempa bermagnitudo (M) 7,7 pada Sabtu pekan lalu, 15 Agustus 2026.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengunjungi Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kunjungan bertujuan memastikan penanganan darurat dan dukungan pemerintah telah menjangkau masyarakat di kepulauan tersebut.
Sebanyak tiga unit ekskavator dikerahkan guna membersihkan material longsor yang menutup jalan utama. Kini, jalur tersebut kembali dapat dilalui sehingga mobilisasi bantuan dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
"Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati," kata Suharyanto, Sabtu, 22 Agustus 2026, dalam siaran pers resmi.
Baca Juga :
Update Gempa Susulan NTT, Tembus 5.012 Kali
Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan menunjukkan tren penurunan. Kekuatan gempa susulan juga dipastikan tidak akan menyamai magnitudo gempa utama.
"Bapak ibu tidak perlu takut berlebihan. Karena menurut riset BMKG, guncangan gempa susulan itu terus menurun skalanya, tidak seperti gempa pertama sebelumnya," tuturnya.
Seiring pulihnya akses, bantuan bagi masyarakat Palue terus mengalir. BNPB telah menyerahkan paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan moda transportasi ke wilayah kepulauan.
"Bantuan sudah masuk. Tentunya mungkin masih terbatas karena akses hanya bisa ditempuh menggunakan jalur laut dan udara menggunakan pesawat," jelas Suharyanto.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., berdialog dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8)./Foto: BNPB
Terkait kebutuhan pangan, pemerintah menaruh perhatian khusus. Mengingat Pulau Palue bukan wilayah penghasil beras, BNPB bersinergi dengan Perum Bulog guna memastikan ketersediaan pasokan beras warga selama satu bulan ke depan.
Selain logistik harian, pemerintah juga menjamin pemulihan tempat tinggal warga terdampak. Berdasarkan pendataan dan verifikasi, rumah rusak ringan akan mendapat bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta. Sementara itu, warga dengan rumah rusak berat akan disediakan hunian tetap (huntap).
Sembari menunggu pembangunan huntap selesai, warga dengan rumah rusak berat berhak memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga atau opsi menempati hunian sementara (huntara).
Di sisi lain, armada evakuasi tetap disiagakan. Berdasarkan hasil dialog BNPB dengan warga setempat, saat ini tidak ada lagi warga yang mendesak untuk dievakuasi dari Pulau Palue.
"Dari hasil dialog dan informasi warga, sudah tidak ada lagi yang harus dievakuasi. Di Maumere segala jenis armada sudah lengkap, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu sudah bisa kita pakai," tegas Suharyanto.
Pemerintah memastikan, penanganan pascagempa di Pulau Palue akan terus berlanjut dari masa tanggap darurat menuju fase pemulihan. Terbukanya akses, masuknya bantuan logistik, serta komitmen perbaikan rumah diharapkan mampu membantu masyarakat kembali beraktivitas secara normal.