Foto ilustrasi petugas BPBD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat mendistribusikan air bersih pada musim kemarau tahun 2024. ANTARA/HO-BPBD Ciamis
BPBD Ciamis Siapkan Tim Hadapi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau
Silvana Febiari • 10 June 2026 19:25
Ciamis: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah menyiapkan tim untuk menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
"Sudah kami siapkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan awal musim kemarau pada Mei 2026. Namun saat ini masih sesekali turun hujan.
Musim kemarau tahun ini, lanjut dia, puncaknya diperkirakan pada Agustus 2026. Jajarannya sudah melakukan persiapan seperti personel dan truk tangki air untuk memudahkan pendistribusian air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan.
"BPBD Ciamis juga koordinasi kesiapsiagaan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat," paparnya.
Ia menyebutkan, jumlah truk tangki air yang disiapkan BPBD Ciamis sebanyak empat unit. Kemudian, mendapatkan tambahan penguatan bantuan kendaraan dari instansi lain seperti PDAM Ciamis yang siap digunakan apabila ada masyarakat membutuhkan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supani. (ANTARA/HO-BPBD Ciamis)
Sejauh ini, lanjut dia, belum ada laporan dari masyarakat yang kesulitan air bersih dampak kemarau. Meski begitu, jajarannya siap siaga turun ke lapangan apabila ada laporan dari masyarakat.
Ia mengatakan masyarakat yang kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dapat segera melapor. Caranya dengan menghubungi telepon kantor BPBD Ciamis maupun mengirim surat ke kantor desa atau kecamatan setempat.
"Telepon saja ke admin PB (penanggulangan bencana) nanti disiapkan, terus kirim surat dari desa diketahui camat," ungkap Ani.
Saat ini, BPBD Ciamis telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau. Beberapa daerah yang rutin mengalami kesulitan air bersih antara lain Kecamatan Banjaranyar, Pamarican, dan Banjarsari.