Lewat Pinjaman USD150 Juta, ADB Bantu Indonesia Tingkatkan Infrastruktur Digital

Logo ADB. Foto: dok ADB.

Lewat Pinjaman USD150 Juta, ADB Bantu Indonesia Tingkatkan Infrastruktur Digital

Husen Miftahudin • 10 March 2026 10:41

Jakarta: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mengumumkan pinjaman senilai USD150 juta dengan PT Link Net Tbk (Linknet) untuk meningkatkan infrastruktur digital di Indonesia dan memperbaiki kualitas broadband.

Pembiayaan ini juga akan digunakan untuk memperkuat stabilitas Linknet dan memfasilitasi investasi lebih lanjut di pasar broadband fiber optik, sejalan dengan pergeseran strategisnya ke model bisnis-ke-bisnis.

"Kesepakatan penting ini memperkuat peran ADB sebagai mitra tepercaya dalam agenda pengembangan digital Indonesia. Dengan mendukung perluasan layanan infrastruktur digital Linknet, kami bertujuan untuk menyediakan akses yang inklusif dan adil serta membuka potensi ekonomi digital negara ini, yang diperkirakan mencapai USD366 miliar pada 2030," ucap Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam keterangan resmi, Selasa, 10 Maret 2026.

Kesepakatan ini akan membantu komunitas dan bisnis mengakses alat digital melalui investasi Linknet untuk memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH) nasionalnya, yang menyediakan internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah menggunakan kabel fiber optik, serta mengembangkan model grosir akses terbuka yang akan meningkatkan kualitas broadband, produktivitas, dan partisipasi dalam ekonomi digital, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Kesepakatan ini juga akan mendukung komitmen iklim negara melalui teknologi hemat energi dan aset jaringan yang ditingkatkan," harap dia.
 

Baca juga: ADB Kucurkan Rp42 Triliun Bantu Program Pembangunan di Indonesia


(Ilustrasi. Foto: Digiserve.co.id)
 

Jaringan fiber optik Indonesia masih tertinggal


Sejak 2015, industri broadband seluler Indonesia telah tumbuh pesat, namun adopsi, akses, dan harga produk broadband tetap, seperti jaringan fiber optik, masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah sedang mengembangkan kebijakan sektoral untuk menyederhanakan proses perizinan dan menstandarkan struktur biaya guna mendorong lanskap kompetitif bagi pemain broadband serat optik.

"Kami sangat antusias bermitra dengan ADB dalam proyek penting ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung ekonomi digital Indonesia," kata Chief Executive Officer Linknet Kanishka Gayan Wickrama.

Menurut dia, kesepakatan keuangan ini akan memungkinkan kami menyediakan layanan yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggan kami. "Hal ini juga akan memungkinkan kami mengakses pembiayaan jangka panjang untuk selaras dengan pergeseran strategis dan operasional kami," tambah Kanishka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)