Pacific Partnership 2026 Tiba di RI, Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana

Pacific Partnership 2026 tiba di Sibolga dengan melibatkan Indonesia, AS, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura. (Angkatan Laut AS)

Pacific Partnership 2026 Tiba di RI, Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana

Willy Haryono • 22 July 2026 21:02

Sibolga: Misi Pacific Partnership 2026 (PP26) tiba di Sibolga, Sumatra Utara, pada Senin, 20 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian misi kesiapsiagaan bencana dan bantuan kemanusiaan multinasional terbesar yang digelar setiap tahun di kawasan Indo-Pasifik.

Personel misi tiba menggunakan kapal pendarat amfibi kelas Bay milik Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Choules (LSD 100). Indonesia menjadi persinggahan kedua dalam rangkaian PP26 sekaligus kunjungan ketujuh Pacific Partnership ke Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2006.

Selain Amerika Serikat dan Indonesia, misi tahun ini juga melibatkan personel dari Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Komandan Misi PP26, Kapten Angkatan Laut AS Robert Reyes, mengatakan Sibolga dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana alam sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat.

Sejarah Sibolga belakangan ini menceritakan kisah ketangguhan dalam menghadapi bencana alam, serta mengingatkan kita bahwa kesiapsiagaan bencana adalah upaya kolektif untuk membangun ketahanan pada hari ini demi menghadapi tantangan di masa depan, ujar Reyes, dalam keterangan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka pada 21 Juli dan dihadiri sejumlah pejabat Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazri Penarik, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Panglima Lantamal II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, serta Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta Joy Sakurai.

Pacific Partnership ke-22

Menurut Sakurai, Pacific Partnership menjadi wujud komitmen Indonesia, Amerika Serikat, dan negara-negara mitra dalam memperkuat kerja sama kemanusiaan serta ketahanan kawasan.

Pacific Partnership menunjukkan komitmen berkelanjutan Amerika Serikat dan Indonesia untuk memperkuat ketahanan regional melalui kerja sama yang nyata, katanya.

Misi PP26 akan berlangsung hingga 1 Agustus 2026 dengan fokus pada empat bidang utama, yakni teknik dan zeni, layanan kesehatan, manajemen bencana, serta kegiatan kemasyarakatan.

Program yang dijalankan meliputi pembangunan ruang kelas baru, renovasi dua gedung sekolah, pelatihan penanggulangan bencana, penyusunan rencana kesiapsiagaan di dua rumah sakit, hingga pertukaran pengetahuan di bidang medis. Sejumlah kegiatan sosial dan pertunjukan budaya juga akan digelar selama misi berlangsung.

Pacific Partnership telah memasuki penyelenggaraan ke-22 dan menjadi salah satu forum kerja sama kemanusiaan terbesar di kawasan Indo-Pasifik. Program ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas antarnegara, memperkuat kapasitas tanggap bencana, serta mempererat hubungan antara negara-negara mitra.

class=big_center

(Willy Haryono)