Pencarian 20 Korban KM Nurul Salsa Diperluas hingga Selat Makassar

Proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan sebelah barat Pulau Polassi Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026. Metrotvnews.com/ Muhammas Syawaluddin

Pencarian 20 Korban KM Nurul Salsa Diperluas hingga Selat Makassar

Muhammad Syawaluddin • 19 July 2026 09:18

Makassar: Operasi SAR gabungan untuk mencari korban tenggelamnya KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, masih ada 20 penumpang yang belum ditemukan.

"Untuk korban sendiri dari 25 yang hari ini dilaksanakan pencarian dan sudah didapatkan lima orang berarti tinggal 20 orang," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.


Dalam proses pencarian korban KM Nurul Salsa, tim SAR gabungan mengerahkan tiga armada, di antaranya KN SAR Kamajaya milik Kantor SAR Makassar dan KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari. Operasi tersebut melibatkan 28 personel atau Person On Board (POB).

"Serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere yang membawa 15 orang personel (POB)," jelasnya. 

Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 nm² di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.

"Sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua dengan luas 308 nm², mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar," ungkapnya. 


Proses evakuasi lima korban KLM Nurul Salsa yang selamat di tengah laut, di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026. Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin


Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan lima orang korban dalam kondisi selamat pada hari keempat pelaksanaan operasi SAR. Kelimanya ditemukan di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Selayar. 

Kelima korban yang ditemukan masing-masing Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7) dan Sri Ardita (17). Kelimanya ditemukan dalam keadaan selamat di tengah laut. Saat ditemukan, para korban mengapung di laut dan bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan.

(Silvana Febiari)