Masyarakat Aceh Diimbau Jaga Perdamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tengku Hadi Faisal Ali. Foto: Istimewa

Masyarakat Aceh Diimbau Jaga Perdamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

Siti Yona Hukmana • 29 November 2025 07:57

Jakarta: Masyarakat Aceh diimbau terus menjaga perdamaian dan tidak mudah terprovokasi. Hal ini disampaikan menjelang Hari Ulang Tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2025. 

Imbauan ini disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tengku Hadi Faisal Ali. Tengku Hadi menyampaikan saat ini Aceh dilanda bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Masyarakat diminta fokus untuk membantu korban terdampak bencana.

"Membantu saudara-saudara kita ini sebuah kewajiban dan kami berharap fokus untuk membantu saudara-saudara yang kena musibah dan jaga keamanan, ketentraman, karena itu landasan yang sangat kuat untuk kebersamaan di dalam keluar dari problem bencana yang terjadi di Aceh ini," kata Tengku Hadi dalam keterangannya," Sabtu, 29 November 2025. 
 


Menurutnya, Aceh dalam beberapa hari ini diguyur hujan dan terjadi banjir di mana-mana. Selain banjir, juga longsor di berbagai daerah. Akibatnya, rata-rata kabupaten kota di Aceh dalam kondisi terisolir. Jalan darat putus dan komunikasi tidak jalan.

Maka itu, Tengku Hadi mengajak khususnya masyarakat Aceh, baik yang terdampak ataupun tidak terdampak banjir untuk sama-sama mengoptimalkan bantuan kepada korban yang tertimpa musibah. Kemudian, menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas).

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tengku Hadi Faisal Ali. Foto: Istimewa

"Fokuskan, tidak perlu memikirkan kegiatan-kegiatan yang lain di luar kegiatan kemanusiaan yang harus menjadi prioritas kita bersama. Mudah-mudahan Aceh kita ini damai, Aceh kita ini aman, kita kompak, masyarakat kita cepat keluar dari problem musibah ini dan akan kembali beraktivitas sebagaimana biasa," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)