Ahli Gizi Ingatkan Risiko Miskonsepsi Gizi Anak

Ilustrasi susu. Dok. Pexel

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Miskonsepsi Gizi Anak

Achmad Zulfikar Fazli • 18 January 2026 16:18

Jakarta: Ahli gizi dan Founder Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, menyoroti isu adanya produk susu dengan kandungan air yang lebih banyak daripada susunya. Dia menilai hal itu legal, tapi secara gizi tidak setara dengan susu murni.

“Secara regulasi, produk dengan kandungan air dominan dan hanya sedikit bahan susu memang bisa saja legal, tetapi secara gizi tentu tidak setara dengan susu cair murni,” kata Esti, dalam keterangannya, Minggu, 18 Januari 2026.

Esti menyebut jika kandungan susunya sangat kecil, kontribusi protein, kalsium, dan mikronutrien alaminya rendah, kecuali ditambahkan melalui fortifikasi. Padahal, anak usia sekolah membutuhkan asupan protein dan kalsium yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan massa otot.

“Untuk anak-anak, terutama usia sekolah, kebutuhan gizinya sedang tinggi. Kalau tujuan pemberian susu adalah mendukung pertumbuhan, maka produk dengan kandungan susu sangat kecil tentu tidak optimal,” ucap Esti.
 

Baca Juga: 

Teknologi Susu Fortifikasi Dinilai Solusi untuk Tumbuh Kembang Anak



Dia juga menyoroti soal kental manis menjadi pengganti susu anak-anak. Esti menilai persoalan ini serupa, yaitu miskonsepsi semua produk berlabel susu otomatis bernilai gizi tinggi.

Menurut dia, penggunaan kental manis tidak memberikan manfaat gizi yang sebanding, serta membentuk preferensi rasa manis pada anak sejak dini. Kental manis seharusnya diposisikan sebagai bahan tambahan pangan, bukan pengganti susu.

“Susu kental manis tidak direkomendasikan sebagai minuman susu untuk anak. Kandungan utamanya adalah gula, sementara protein dan kalsiumnya relatif rendah dibandingkan susu cair atau susu bubuk,” tutur Esti.

Esti menekankan susu yang ideal untuk anak adalah mengandung protein cukup, kaya kalsium dan vitamin D, dengan gula tambahan minimal, serta aman dan sesuai usia. Dengan begitu, anak-anak sekolah yang sedang masa bertumbuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)