Mata uang rial Iran. Foto: stiestekom.ac.id
Berikut Deretan Penyebab Mata Uang Iran Menukik Bebas
Husen Miftahudin • 15 January 2026 13:45
Jakarta: Dunia Internasional kini tengah menghadapi ketegangan politik yang tidak pasti, dan berdampak pada nilai mata uang suatu negara. Iran menjadi salah satu negara yang kini terdampak dengan anjloknya nilai mata uang yang mencapai IRR1,4 juta rial per dolar AS di pasar terbuka.
Menjadi depresiasi terendah dalam sejarah
Merujuk laporan Gulf News, penurunan nilai mata uang ini menjadi titik terendah sepanjang sejarah Iran dan menjadi penurunan tercepat dalam satu tahun di 2025.
Para pengamat pasar memperkirakan rial kehilangan sekitar 45 persen nilai uang pada 2025 dan memperpanjang angka keruntuhan yang merusak daya beli, tabungan, dan kepercayaan masyarakat kepada sistem keuangan negara. Selain itu, pada Desember 2025 kemarin, bahkan angka inflasinya hampir menyentuh 42,2 persen dan menjadi inflasi tertinggi di dunia.
Memicu gelombang protes masyarakat Iran
Pada 30 Desember 2025 lalu, terjadi demonstrasi besar-besaran di Kota Iran yang dilancarkan sekelompok masyarakat dan mahasiswa. Gelombang demonstrasi di Iran yang dipicu oleh krisis ekonomi kini meluas menjadi tuntutan kebebasan politik. Mahasiswa di berbagai kota, bergabung dalam aksi protes, dengan meneriakkan slogan anti-pemerintah seperti "Mahasiswa, jadilah suara rakyatmu" dan "Mati untuk Republik Islam".
Awalnya, protes pecah pada Minggu, 28 Desember 2025 di pusat Kota Teheran, akibat anjloknya nilai tukar mata uang Rial ke rekor terendah. Namun, cakupan aksi kini bergeser menuntut "kebebasan dan kesetaraan" serta berakhirnya kekuasaan rezim saat ini.
Laporan video dari berbagai lokasi menunjukkan kehadiran besar aparat keamanan yang dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Salah satu video yang viral memperlihatkan seorang pengunjuk rasa tunggal yang duduk di tengah jalan menghadapi barisan polisi bermotor, yang kini menjadi simbol perlawanan baru di Iran.
Merespons krisis ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menerima pengunduran diri Kepala Bank Sentral Iran pada Senin. Meskipun Pezeshkan menyatakan komitmennya untuk mereformasi sistem moneter dan memerintahkan dialog dengan perwakilan demonstran, aksi massa di jalanan belum mereda.
| Baca juga: Tuduh Barat Dalang Kerusuhan, Mahasiswa Pro-Pemerintah Iran Demo Kedubes Inggris |

(Protes di Iran. Foto: West Asia News Agency)
Faktor penyebab mata uang Iran anjlok
Melansir Media Indonesia, ada beberapa faktor utama yang membuat nilai mata uang Iran tersebut anjlok yang memicu protes publik, diantaranya: