Warga Terdampak Banjir Kudus Mulai Terserang Penyakit Kulit

Cek kesehatan korban banjir. Metrotvnews.com/ istimewa

Warga Terdampak Banjir Kudus Mulai Terserang Penyakit Kulit

Rhobi Shani • 16 January 2026 15:39

Kudus: Banjir yang masih melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah hingga Jumat, 16 Januari 2025 membuat warga mulai terserang penyakit, terutama penyakit kulit. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus telah menerjunkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan serta penanganan bagi warga terdampak. Posko kesehatan juga didirikan di sejumlah titik pengungsian.

"Di semua pengungsian ada poskonya. Semua pengungsi sebelum masuk dilakukan pemeriksaan. Kalau ada keluhan sakit langsung kami obati di situ," kata Sekretaris Dinkes Kudus, Nuryanto, Jumat, 16 Januari 2025.


Cek kesehatan korban banjir. Metrotvnews.com/ istimewa

Ia memerinci lokasi posko kesehatan antara lain di SD Payaman Kecamatan Mejobo, Balai Desa Gulang Kecamatan Mejobo, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Jati Wetan Kecamatan Kota, Gedung DPRD Kudus, Pos Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu, dan Goleng Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati.

"Biasanya yang paling pertama itu penyakit kulit. Karena kaki terpapar air banjir yang kotor sehingga bisa menyebabkan scabies atau kutu air," jelasnya.

Selain penyakit kulit, sejumlah warga, terutama lansia, juga mengalami hipertensi akibat kelelahan. Keluhan lain yang muncul adalah gangguan maag, gastritis, demam, dan flu dengan tingkat ringan hingga sedang.

Dinkes Kudus telah menyiapkan berbagai obat-obatan, termasuk salep untuk penyakit kulit. Beberapa warga juga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

"Ada tiga warga luka karena benda tajam, ada pasien stroke yang rumahnya kebanjiran kami opname di puskesmas, dan ada juga yang tertimpa ranting pohon," ungkap dia.

Nuryanto menegaskan seluruh tenaga kesehatan dari puskesmas maupun rumah sakit di Kudus telah dikerahkan untuk membantu korban banjir. Stok obat di gudang farmasi juga dipastikan dalam kondisi aman dan siap digunakan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)