Ilustrasi suasana saat Pelabuhaan Kluwut terbakar. MI/ Ist
Kebakaran Hebat Pelabuhan Kluwut Brebes, 7 Bangunan Ludes
Supardji Rasban • 28 July 2026 19:35
Brebes: Kebakaran terjadi di Pelabuhan Kluwut yang berlokasi di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Selasa pagi, 28 Juli 2026. Sedikitnya tujuh bangunan yang berada di dalam kawasan pelabuhan hangus terbakar.
Bangunan yang menjadi korban meliputi gudang, garasi, dan kios. Semuanya rata dengan tanah dilalap api. Namun, kapal-kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan berhasil selamat.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 04.30 WIB, atau pada saat setelah salat Subuh. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Brebes, Rudi Hartono, menyatakan kebakaran hanya mengenai bangunan di tepi pelabuhan. Kapal motor ataupun perahu nelayan sama sekali tidak terkena imbasnya.
"Hanya bangunan yang terbakar. Tidak ada kapal motor yang terdampak," ujar Rudi saat dihubungi, Selasa, 28 Juli 2026 siang.
Kapolsek Bulakamba, AKP M Afandi, mengungkapkan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak menunaikan salat subuh di musala. Ia melihat kepulan asap dan kobaran api di bagian belakang gudang milik Durakhman (54).
"Awalnya melihat api di bagian belakang gudang milik Durakhman. Kemudian bersama pemilik gudang cek langsung dan ternyata api berasal dari gudang peralatan kapal milik Tarlani," beber Afandi.
Api dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Warga yang terbangun pun serentak berupaya memadamkan api, sementara sebagian lainnya berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam gudang.
Sekitar pukul 05.00 WIB, personel Polsek Bulakamba dan regu pemadam kebakaran tiba di lokasi. Mereka bergotong royong bersama warga berjuang menjinakkan api. Setelah mengerahkan tiga unit mobil pemadam, api akhirnya dapat dikendalikan pada pukul 06.00 WIB.
(1).jpg)
Ilustrasi pemadam kebakaran. Foto: Pexels.com.
Berdasarkan keterangan saksi, Afandi menjelaskan bahwa sebelum kebakaran terjadi, pemilik gudang bernama Tarlani bersama rekannya melakukan pembakaran ikan di dekat lokasi. Setelah selesai, bara api yang belum sepenuhnya padam ditinggalkan begitu saja, yang kemudian diduga menjadi pemicu kebakaran.
"Sebelum kejadian, dari laporan warga, Tarlani bakar ikan bersama kawannya. Usai makan, bekas bakaran ditinggal begitu saja," jelas Afandi.
Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp500 juta. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui secara pasti total kerugian yang dialami para pemilik bangunan.