Naik 22,8%, Pendapatan CDIA Tembus USD82,1 Juta di Semester I-2026

Aktivitas operasional CDIA. Foto: dok CDI Group.

Naik 22,8%, Pendapatan CDIA Tembus USD82,1 Juta di Semester I-2026

Husen Miftahudin • 29 July 2026 17:23

Jakarta: PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan pendapatan bersih sebesar USD82,1 juta pada semester I-2026, meningkat 22,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD66,9 juta.

Berdasarkan keterangan tertulis manajemen CDIA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen logistik yang mencatat kenaikan pendapatan 80,2 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD27 juta, seiring ekspansi berkelanjutan pada bisnis logistik maritim dan darat.

Sementara itu, pendapatan segmen energi meningkat 5,4 persen (yoy) menjadi USD51,8 juta. Laba bruto perseroan juga tumbuh 2,8 persen menjadi USD19,6 juta. Segmen energi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan CDIA, sedangkan segmen logistik menjadi motor utama pertumbuhan.

Adapun pendapatan segmen kepelabuhanan dan penyimpanan tercatat USD2,5 juta, sementara segmen lainnya menyumbang USD0,9 juta. CDIA juga mencatat peningkatan profitabilitas pada Semester I-2026. EBITDA perseroan naik 25,3 persen menjadi USD31,6 juta dari USD25,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Marjin EBITDA meningkat menjadi 38,5 persen dari 37,7 persen, mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur perusahaan yang terdiversifikasi. inv setelah pajak tercatat USD19,3 juta dengan marjin laba bersih 23,5 persen.

Hingga 30 Juni 2026, CDIA memiliki kas, setara kas, dan surat berharga sebesar USD658,7 juta, yang dinilai memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung proyek-proyek strategis dan investasi yang berorientasi pada peningkatan pendapatan berulang berbasis kontrak.

Pada periode yang sama, total aset meningkat 10,9 persen menjadi USD1,93 miliar dari USD1,74 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas tercatat USD826,3 juta, sedangkan ekuitas mencapai USD1,11 miliar.
 

 

Belanja nodal naik, perkuat ekspansi infrastruktur


Sejalan dengan strategi pertumbuhan, belanja modal (capital expenditure/capex) CDIA mencapai USD94,2 juta pada Semester I-2026, meningkat dibandingkan USD85 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Manajemen menyatakan peningkatan investasi tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam memperluas bisnis infrastruktur.

Pada segmen logistik, CDIA mencatat tonggak penting melalui pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) Novah, kapal logistik cair kimia berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) yang dibangun bersama Usuki Shipyard.

Selain itu, melalui PT Chandra Shipping International (CSI), perseroan mengoperasikan Boreas, kapal logistik kimia cair berkapasitas 9.000 DWT hasil kerja sama dengan Fukuoka Shipbuilding Co. Ltd. Kapal tersebut dirancang melayani rute domestik hingga internasional.

Menurut manajemen, Boreas tidak hanya mendukung distribusi dalam ekosistem Chandra Asri Group, tetapi juga dipersiapkan untuk melayani mitra industri lain dengan cakupan operasional dari Asia hingga Eropa.

Dalam mendukung ekspansi bisnis, CDIA menginvestasikan USD90 juta untuk mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada. Langkah tersebut memperluas bisnis perseroan ke sektor logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.

Selain itu, CDIA mengalokasikan USD15,5 juta untuk mengakuisisi 49 persen saham Petrosea Services Solutions Pte Ltd. Investasi tersebut diharapkan memperluas basis pelanggan, mendiversifikasi arus kargo, serta membuka potensi pendapatan dividen pada masa mendatang.

Pada pilar kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container storage, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

Manajemen menilai kolaborasi tersebut akan memperkuat kapabilitas logistik terintegrasi sekaligus meningkatkan konektivitas rantai pasok industri nasional.


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Perluas bisnis energi berkelanjutan


Pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen milik PT Redeco Petrolin Utama di Merak telah mencapai 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026.

Fasilitas tersebut terdiri atas tiga tangki dengan kapasitas total 12 ribu meter kubik. Setelah rampung, PT Redeco Petrolin Utama akan mengoperasikan 75 tangki penyimpanan untuk berbagai produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas, dan bitumen.

Di sektor energi, PT Chandra Waste Energy, anak usaha tidak langsung CDIA, bersama mitra konsorsium ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang.

Menurut manajemen, penugasan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah sekaligus memperkuat komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan.

Ke depan, CDIA akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek yang tengah dikembangkan, pengoperasian aset baru, peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta penempatan modal secara selektif untuk memperkuat platform infrastruktur terintegrasi.

(Husen Miftahudin)