Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Tanker Arab Saudi Diserang, Trump Janjikan Hukuman Militer ke Iran
Fajar Nugraha • 24 July 2026 18:31
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan "hukuman militer besar" terhadap Iran setelah kelompok Houthi mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Ketegangan tersebut mendorong harga minyak dunia menembus USD100 per barel.
Harga minyak Brent naik lebih dari 6 persen pada Kamis, 23 Juli 2026, menjadi pertama kalinya melampaui USD100 per barel sejak Mei di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Trump menegaskan AS akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila Houthi kembali melancarkan serangan.
"Jika mereka melakukan ini lagi, Amerika Serikat akan meminta Iran bertanggung jawab karena Houthi adalah proksi Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran maupun Houthi," tulis Trump di media sosial, dikutip dari AsiaOne, Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk kembali melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.
"Mereka belum merasakan penderitaan yang cukup," kata Trump seperti dikutip Axios.
Sementara itu, Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
Kantor Berita Arab Saudi (SPA) mengonfirmasi kapal Encelia terkena serangan hingga memicu kebakaran di bagian haluan. Namun, serangan terhadap Layla belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Reuters juga melaporkan sejumlah sumber di Iran dan Yaman mengatakan Teheran mengirim komandan Garda Revolusi, penasihat militer, serta perlengkapan rudal dan pesawat nirawak ke Yaman beberapa hari sebelum Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Houthi membantah laporan tersebut.
Di saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan kembali melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran untuk malam ke-13 berturut-turut.
Media pemerintah Iran melaporkan negaranya membalas dengan menyerang sasaran militer AS di Yordania dan Kuwait. Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat sebagian besar rudal dan pesawat nirawak Iran, sementara Kuwait belum melaporkan adanya korban akibat serangan tersebut.
Di Washington, DPR AS yang dikuasai Partai Republik menyetujui rancangan undang-undang yang mengarahkan Trump menghentikan operasi militer terhadap Iran. Namun, beberapa jam kemudian Senat menolak rancangan serupa.