Jerman Perketat Kebijakan Pemulangan Migran ke Italia dan Yunani

Jerman ingin melanjutkan pemulangan migran ke Italia dan Yunani setelah Pakta Migrasi Uni Eropa berlaku. (Anadolu Agency)

Jerman Perketat Kebijakan Pemulangan Migran ke Italia dan Yunani

Willy Haryono • 10 August 2026 16:38

Berlin: Jerman dilaporkan memperketat kebijakan pemulangan migran dengan mendorong dimulainya kembali transfer pencari suaka ke Italia dan Yunani setelah Pakta Migrasi dan Suaka Uni Eropa mulai berlaku pada 12 Juni 2026.

Dikutip dari ANSA, Senin, 10 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan berfungsinya Sistem Dublin merupakan syarat yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan Sistem Suaka Bersama Uni Eropa (CEAS).

Ia menambahkan Berlin berharap pemindahan migran ke Italia dan Yunani kembali dilakukan sejak pakta tersebut mulai berlaku.

Berdasarkan Peraturan Dublin, permohonan suaka warga negara non-Uni Eropa harus diproses di negara anggota pertama tempat mereka memasuki wilayah Uni Eropa.

Pakta baru tersebut juga memperkenalkan aturan yang lebih ketat terhadap perpindahan sekunder migran antarnegara anggota Uni Eropa, yang selama ini menjadi sumber perselisihan antara Italia dan sejumlah negara seperti Jerman, Austria, serta Prancis.

Namun, sumber di Kementerian Dalam Negeri Italia mengatakan kepada ANSA bahwa tidak ada migran Dublin yang harus dipulangkan dari Jerman.

Menurut sumber tersebut, Italia menganggap seluruh migran yang memasuki negara itu sebelum 12 Juni 2026 dan kemudian berpindah ke negara anggota Uni Eropa lain telah diselesaikan berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan sejumlah negara.

Italia juga menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah migran yang tiba setelah 12 Juni kini berada di negara Uni Eropa lainnya karena belum cukup waktu untuk melakukan verifikasi.

Untuk migran tidak berdokumen yang tiba setelah tanggal tersebut, Italia berencana mengusulkan penerapan mekanisme kompensasi, dengan mempertimbangkan migran yang memasuki Italia menggunakan kapal organisasi nonpemerintah (NGO) berbendera negara-negara Eropa.

Baca juga:  Kritik Italia, Spanyol Desak Solidaritas Uni Eropa atas Krisis Migran Ceuta

(Willy Haryono)