Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, prihatin dan belasungkawa saat mengunjungi keluarga korban musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di halaman Masjid Al-Hasbi, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut (Foto: Diskominfo Garu
23 Warga Satu Kampung di Garut Tercatat Sebagai Penumpang KM Virgo Transport 8
Kristiadi • 14 September 2026 15:36
Garut: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Sebanyak 23 warga Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tercatat menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
“Kami prihatin dan turut berduka cita atas kecelakaan terbalik hingga tenggelamnya kapal Virgo transport 8 kepada 23 korban warga Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan berdasarkan data dari Dinas Sosial,” ujar, Bupati Garut, Abdusy syukur Amin, Senin, 14 September 2026.
Abdusy mengatakan Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendampingi keluarga korban. Pemkab juga mengupayakan pemulangan jenazah ke Garut serta berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan instansi terkait.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, dari 23 warga Garut yang menjadi korban, 11 orang telah ditemukan. Satu orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan korban lainnya masih dalam pencarian.
“Kami mendapat laporan dari Dinas Sosial semuanya ada 23 orang dan kami meminta agar selalu memastikan berkaitan dengan para korban. Kami berharap agar korban meninggal dibawa ke Garut, termasuk para korban yang lainnya bisa kembali pulang,” katanya.
Korban Berasal dari Satu Kampung
Kerabat korban, Agus Miqdar, 34, mengatakan seluruh warga Garut yang menjadi korban berasal dari Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Sebagian besar korban masih memiliki hubungan kekerabatan.
Agus menuturkan para korban bekerja di kapal dengan berbagai profesi. Sebagian telah cukup lama bekerja, sedangkan lainnya baru bergabung dan mengikuti pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin.
“Seluruh korban semunya tercatat 23 orang merupakan satu kampung dan mereka ada yang memiliki ikatan saudara. Namun, dari mereka bekerja di kapal dengan berbagai profesi sebagai karyawan kantin, petugas kebersihan kapal, hampir semuanya dari kampung saya hingga korban ada ikatan saudara dan mereka sebagai kru kapal,” paparnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (ketiga kanan) memantau langsung pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda sebelumnya mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai warga Garut yang menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Marlinda menyebut terdapat 23 warga Desa Situsaeur yang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 11 orang dilaporkan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 11 lainnya masih belum ditemukan.
“Tenggelamnya kapal Virgo 8 membuat 23 orang warga Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, dari 11 orang dalam kondisi selamat Rehan, Amo, Willy, Ehab, Akmal, Muhammad Iwan, Erik, Iki, Muhammad Agus, Fauzan, Fathir, Enjang (meninggal) dan 11 orang belum ditemukan yakni Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Rio, Hakim, Salbi, Aep, dan Ikhsan,” tutupnya.