Petugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan penumpang di pintu masuk Batam sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular, termasuk hantavirus, dari luar daerah maupun luar negeri. MI/Hendri Kremer
Belum Ada Temuan Hantavirus di Batam, Pemantauan Diperketat
Lukman Diah Sari • 12 May 2026 14:16
Batam: Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebut, hingga kini belum ada laporan kasus hantavirus yang terdeteksi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pemantauan dilakukan melalui sistem kewaspadaan dini penyakit milik pemerintah.
“Untuk sementara belum ada laporan terkait hantavirus di Batam. Pemantauan terus dilakukan melalui EWARS dan SKDR,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
EWARS atau Early Warning Alert and Response System merupakan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi kejadian penyakit menular. Sementara SKDR adalah Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons yang digunakan dalam pemantauan kasus penyakit secara nasional.
Baca Juga :
“Dinas Kesehatan melakukan pengawasan kasus di dalam wilayah Batam, sedangkan pihak karantina melakukan pengawasan di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara,” katanya.
Pihaknya tidak main-main dalam menangani potensi penyebaran penyakit menular, termasuk hantavirus. Menurutnya, setiap informasi yang berkembang tetap dipantau secara serius oleh jajaran kesehatan di Batam.
“Semua tetap kami awasi dan tindak lanjuti. Kami tidak main-main dalam persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
(1).jpg)
Ilustrasi tikus penyebab hantavirus. Foto: Shutterstock
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan tingkat kunjungan wisatawan, khususnya dari Singapura, hingga saat ini masih berjalan normal seperti biasa.
“Untuk kunjungan wisatawan dari Singapura sejauh ini masih normal dan belum ada pengaruh signifikan,” katanya.
Hal itu disampaikan meski sebelumnya dilaporkan terdapat dua kasus hantavirus di Singapura. Namun demikian, aktivitas pariwisata dan mobilitas wisatawan menuju Batam masih terpantau stabil.
Pengawasan di pintu masuk tetap dilakukan untuk memantau penumpang maupun barang yang datang dari luar daerah maupun luar negeri guna mencegah potensi penyebaran penyakit. (MI/Hendri Kremer)