16 Rumah di Cianjur Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Rumah warga di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat rusak sedang terutama di bagian atap yang tersapu angin kencang disertai hujan lebat, Jumat, 20 Maret 2026.ANTARA/Ahmad Fikri.

16 Rumah di Cianjur Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Silvana Febiari • 21 March 2026 00:26

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Hasil pendataan menunjukkan kerusakan rumah bertambah menjadi 16 unit di tiga kecamatan.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan pihaknya terus memperbaiki data dampak cuaca ekstrem yang melanda sebagai besar wilayah Cianjur. Data sementara, sekitar 11 rumah di Desa Limbangan, Kecamatan Cianjur rusak.

"Data sementara rumah rusak di tiga kecamatan menjadi 16 rumah dengan rincian rusak berat lima rumah dan 11 rumah lainnya rusak sedang, terutama di bagian atap akibat hujan deras disertai angin kencang," katanya, dilansir dari Antara, Jumat, 20 Maret 2026. 
 


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, 16 kepala keluarga (KK) atau sekitar 43 jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara karena sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap.

Penanganan cepat dilakukan, kata dia, karena sebagian besar warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal untuk menutup atap yang rusak. Sementara itu, kepala keluarga mengungsikan anggota keluarganya ke rumah saudara.

Pihaknya tengah mengupayakan bantuan bagi warga yang terdampak musibah agar dapat segera kembali menghuni rumahnya. Upaya penanganan cepat juga dilakukan sebelum bantuan tiba.


Rumah warga di Sindangasih, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat rusak akibat hujan deras disertai angin kencang tidak ada korban jiwa namun pemilik terpaksa mengungsi, Jumat, 20 Maret 2026. ANTARA/Ahmad Fikri.


Sebelumnya, data sementara mencatat dampak cuaca ekstrem di Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan dua rumah warga rusak berat dan tiga rumah rusak sedang akibat tertimpa pohon tumbang.

"Kami akan terus memperbaiki data terbaru dampak cuaca ekstrem yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa terakhir di sejumlah kecamatan di Cianjur," ucapnya.

Saat ini puluhan petugas dibantu Relawan Tangguh Bencana (Retana) masih menyisir sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak cuaca ekstrem.

"Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana segera mengungsi ke tempat yang dinilai aman dan jangan panik guna menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)