Umat Hindu di Batam Gelar Pawai Ogoh-ogoh usai Waktu Berbuka Puasa

Pawai ogoh-ogoh di Batam yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi di Batam, Kepri (18/3/2026). ANTARA/Angiela

Umat Hindu di Batam Gelar Pawai Ogoh-ogoh usai Waktu Berbuka Puasa

Whisnu Mardiansyah • 19 March 2026 11:13

Batam: Pawai ogoh-ogoh menyemarakkan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai bagian dari tradisi penyucian alam semesta sebelum hari raya tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada malam sebelum Nyepi, Selasa, 18 Maret di kompleks Pura Agung Amerta Buana.

Penyelenggara Hindu di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Made Karmawan menyampaikan kegiatan ogoh-ogoh merupakan bagian dari ekspresi seni dan budaya umat Hindu yang sarat makna spiritual.

“Kegiatan ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari tradisi umat Hindu untuk penyucian alam semesta sebelum memasuki hari raya Nyepi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam seperti dilansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.

Made menjelaskan pelaksanaan pawai juga menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat Batam yang mayoritas Muslim. Kegiatan sengaja dilaksanakan setelah waktu berbuka puasa agar tidak mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Kami menghormati saudara-saudara yang sedang berpuasa, sehingga kegiatan dilaksanakan setelah berbuka agar tidak mengganggu saudara kita yang sedang berbuka,” katanya.
 


Kemenag Kota Batam turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wujud keberagaman dan kontribusi umat Hindu dalam memperkaya budaya di Batam.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi umat Hindu yang dapat memberikan kontribusi di bidang seni dan budaya di Kota Batam,” ujarnya.

Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Batam Gusti Sudiana menyebut jumlah umat Hindu di Batam diperkirakan sekitar 700 jiwa, dengan sekitar 150 kepala keluarga. Ia menambahkan pawai ogoh-ogoh juga menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya umat Hindu tetapi juga warga dari berbagai latar belakang yang turut menyaksikan.


Ilustrasi. Foto: MI.

“Yang hadir tidak hanya umat Hindu, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan pawai ini,” katanya.

Gusti menjelaskan ogoh-ogoh merupakan budaya yang berkembang di Bali sejak sekitar tahun 1980 dan kini menjadi bagian dari tradisi yang diadopsi di berbagai daerah, termasuk Batam.

“Ogoh-ogoh adalah seni budaya yang berkembang di Bali dan kini kami bawa serta lestarikan di Batam. Ini kami menjaga terus,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)