Amazon. Foto: Istockphoto
Amazon Teratas! Simak 10 Perusahaan Berpendapatan Tertinggi di Dunia
Muhamad Marup • 26 August 2026 19:04
Jakarta: Fortune kembali merilis Fortune Global 500, daftar tahunan yang memuat 500 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan pendapatan. Dalam pemeringkatan 2026, perusahaan-perusahaan tersebut dinilai berdasarkan pendapatan pada tahun fiskal 2025.
Dalam peningkatan tersebut, 500 perusahaan dalam daftar ini mencatat pendapatan gabungan sebesar US$43,1 triliun pada 2025, naik 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka juga mempekerjakan sekitar 70,2 juta orang di seluruh dunia.
Fortune mencatat, pendapatan gabungan perusahaan dalam daftar tersebut setara dengan lebih dari sepertiga PDB (Produk Domestik Bruto) dunia. Menariknya, posisi teratas tahun ini mengalami perubahan.
Amazon Geser Walmart
Perubahan paling mencolok dalam Fortune Global 500 2026 adalah keberhasilan Amazon mengambil posisi pertama. Dengan pendapatan US$716,9 miliar, Amazon hanya unggul sekitar US$3,8 miliar dari Walmart.Fortune menyatakan Amazon berhasil mengakhiri dominasi Walmart selama 12 tahun di posisi pertama Fortune Global 500.
Berikut 10 perusahaan dengan pendapatan tertinggi berdasarkan Fortune Global 500 2026.
1. Amazon
Amazon menempati peringkat pertama dengan pendapatan US$716,9 miliar pada 2025. Dilansir dari Amazon Investor Relation, pendapatan tersebut meningkat 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Pencapaian ini sekaligus mengakhiri dominasi Walmart di posisi teratas. Amazon sebelumnya berada di peringkat kedua, tetapi pertumbuhan bisnisnya membuat perusahaan tersebut mampu melewati pendapatan Walmart.
Bisnis Amazon kini tidak hanya berasal dari perdagangan elektronik. Perusahaan juga memiliki bisnis komputasi awan melalui Amazon Web Services (AWS), layanan periklanan digital, logistik, hiburan, hingga berbagai layanan berbasis teknologi.
2. Walmart
Kolaborasi Walmart dan OpenAI memungkinkan pelanggan berbelanja secara interaktif dan personal langsung lewat percakapan dengan AI. (Anadolu Agency)
Walmart berada di peringkat kedua dengan pendapatan US$713,2 miliar. Pendapatannya meningkat 4,7 persen pada 2025.Meskipun masih membukukan pendapatan lebih dari US$700 miliar, Walmart harus menyerahkan posisi pertama yang telah lama ditempatinya kepada Amazon. Selisih pendapatan kedua perusahaan hanya sekitar US$3,8 miliar.
Walmart tetap menjadi salah satu raksasa ritel terbesar di dunia dengan bisnis yang mencakup jaringan toko, perdagangan online, kebutuhan sehari-hari, bahan makanan, hingga layanan terkait konsumen.
3. State Grid
State Grid Corporation of China menempati posisi ketiga dengan pendapatan US$555,4 miliar pada 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 1,3 persen (atau tepatnya 1,27 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.Perusahaan asal China ini bergerak di sektor kelistrikan dan merupakan operator jaringan listrik besar di negara tersebut. Skala bisnis State Grid membuatnya konsisten berada di jajaran teratas Fortune Global 500, bahkan berada di bawah dua raksasa ritel Amerika Serikat dalam daftar terbaru.
4. UnitedHealth Group
UnitedHealth Group berada di posisi keempat dengan pendapatan US$447,6 miliar. Pendapatan perusahaan tumbuh 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.UnitedHealth Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan asuransi. Bisnisnya dijalankan melalui UnitedHealthcare dan Optum, yang mencakup layanan manfaat kesehatan, layanan kesehatan, teknologi, data, analitik, hingga layanan farmasi.
5. Saudi Aramco
Saudi Aramco berada di peringkat kelima dengan pendapatan US$445,5 miliar pada 2025. Saudi Aramco merupakan perusahaan energi yang memiliki bisnis utama di sektor minyak dan gas, mulai dari eksplorasi dan produksi hingga pengolahan dan pemasaran energi.Berbeda dari sebagian besar perusahaan dalam daftar teratas yang mengalami pertumbuhan pendapatan, pendapatan Saudi Aramco justru turun 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, skala pendapatannya masih membuat perusahaan energi asal Arab Saudi tersebut bertahan di lima besar dunia.
6. Apple
Gedung Apple. Foto: Pixabay.
Apple menempati posisi keenam dengan pendapatan US$416,2 miliar, meningkat 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini memperoleh pendapatan dari berbagai produk dan layanan, termasuk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, serta layanan digital.iPhone masih menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Apple. Data yang dikutip Barron's menunjukkan iPhone menghasilkan lebih dari US$209 miliar pendapatan pada 2025, atau lebih dari separuh total pendapatan Apple sebesar US$416,2 miliar.
7. McKesson
McKesson berada di peringkat ketujuh dengan pendapatan US$403,4 miliar, meningkat 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan asal Amerika Serikat ini bergerak di sektor kesehatan, terutama dalam distribusi obat-obatan dan produk medis.Posisi McKesson menjadi salah satu perubahan penting dalam Fortune Global 500 2026 karena berhasil masuk ke 10 besar dan naik empat peringkat dibandingkan daftar sebelumnya. Melansir dari The Business Journals, hasil keuangan McKesson menunjukkan pendapatan sekitar US$403,4 miliar pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026.
8. Alphabet
Alphabet, perusahaan induk Google, berada di posisi kedelapan dengan pendapatan US$402,8 miliar. Pendapatannya tumbuh 15,1 persen pada 2025.Bisnis Alphabet mencakup Google Search, YouTube, Google Cloud, serta berbagai produk dan layanan teknologi lainnya. Pertumbuhan Google Cloud turut menjadi salah satu pendorong pendapatan perusahaan.
9. CVS Health
CVS Health menempati posisi kesembilan dengan pendapatan US$402,1 miliar. Pendapatan perusahaan meningkat 7,8 persen pada 2025. CVS Health menjalankan bisnis di bidang layanan kesehatan, asuransi kesehatan, farmasi, dan jaringan apotek. Perusahaan mengoperasikan berbagai layanan melalui CVS Pharmacy, Aetna, dan Caremark.10. China National Petroleum
China National Petroleum Corporation atau CNPC melengkapi daftar 10 besar dengan pendapatan US$401,9 miliar. Pendapatannya turun 2,5 persen.Perusahaan energi milik negara China ini bergerak di sektor minyak dan gas. Bisnisnya mencakup kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, hingga distribusi energi.
(Siti Nahdia Usman)