Indonesia-Thailand Adopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Anutin Charnvirakul menyaksikan peresmian adopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand Tahun 2026—2030 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Indonesia-Thailand Adopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis

Achmad Zulfikar Fazli • 3 August 2026 23:47

Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Thailand sepakat mengadopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis sebagai pedoman penguatan kerja sama bilateral lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.

"Pertemuan hari ini menghasilkan sejumlah capaian konkret, yaitu adopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia dan Thailand 2026–2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan," kata Prabowo di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.

Peta jalan tersebut menjadi pedoman pelaksanaan kemitraan strategis di berbagai bidang setelah Indonesia dan Thailand meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada 2025.

Sebelum penyampaian pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo dan PM Anutin menyaksikan penunjukan dokumen Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 di Ruang Kredensial, Istana Merdeka. Dokumen tersebut diperlihatkan Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow di hadapan delegasi kedua negara dan awak media.

"Saya merasa bahagia dua belah pihak menyepakati Peta Jalan Kemitraan Strategis 2026–2030 yang akan menjadi pedoman kerja sama kita pada tahap selanjutnya, untuk menciptakan kesejahteraan dan kerja sama saling menguntungkan bagi rakyat di dua negara," kata Anutin.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia dan Thailand menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan. Dokumen tersebut ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong, kemudian diperlihatkan kepada kedua pemimpin negara.

Anutin berharap kerja sama pendidikan dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, mahasiswa, dan tenaga pengajar, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di kedua negara.

"Saat ini terdapat lebih dari 800 mahasiswa Thailand yang belajar di perguruan tinggi Indonesia. Indonesia salah satu negara yang cukup populer bagi mahasiswa Thailand, terutama mereka yang berasal dari provinsi di wilayah perbatasan selatan Thailand," kata Anutin.

PM Thailand Anutin Charnvirakul dalam kunjungan ke Istana Merdeka di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. (YouTube / BPMI Setpres)

Selain kerja sama antarpemerintah, Presiden Prabowo menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman antarpelaku usaha. Di antaranya Badan Pariwisata Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata dan konektivitas penerbangan, serta kerja sama pengolahan sampah organik.

(Achmad Zulfikar Fazli)