Ramadan Momentum Perkuat Konektivitas Pemuda Muslim Dunia

Kedutaan Besar Republik Azerbaijan bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah menggelar Ramadan Iftar Gathering. Foto: Dok. Istimewa.

Ramadan Momentum Perkuat Konektivitas Pemuda Muslim Dunia

Fachri Audhia Hafiez • 6 March 2026 20:49

Jakarta: Kedutaan Besar Republik Azerbaijan bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Ramadan Iftar Gathering untuk memperkuat konektivitas pemuda Muslim lintas negara. Forum yang digelar di Aula PP Muhammadiyah ini menekankan pentingnya diplomasi berbasis nilai dan peran strategis generasi muda dalam menjaga harmoni di dunia Islam secara global.

"Tema pertemuan ini mencerminkan keyakinan bahwa harmoni bukan sesuatu yang otomatis kita miliki, tetapi sesuatu yang harus secara sadar kita perkuat dan pelihara bersama melalui konektivitas antarkomunitas," ujar Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, di Jakarta, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
 


Astrid menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum refleksi untuk menyelaraskan kembali visi kebersamaan. Menurutnya, interaksi lintas negara dalam forum seperti ini menjadi kunci untuk membangun smart power yang berbasis pada nilai-nilai toleransi, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

"Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi sebuah disiplin yang membantu kita kembali fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan,” ujar Astrid.

Dewan Pembina OIC Youth Indonesia, Beni Pramula, menilai generasi muda memegang peran krusial sebagai jembatan diplomatik. Melalui jaringan pemuda, hubungan antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Indonesia dan Azerbaijan, diharapkan tidak hanya bersifat formal administratif tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial.

“Forum seperti ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan persahabatan dan memperkuat kerja sama antarnegara anggota OKI, termasuk antara Indonesia dan Azerbaijan,” tegas Beni.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menambahkan bahwa kolaborasi internasional ini sejalan dengan dakwah inklusif yang dijalankan Muhammadiyah. Ia mencontohkan bagaimana lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayah timur Indonesia telah lama mempraktikkan toleransi, di mana banyak siswa non-Muslim menjadi bagian dari ekosistem pendidikan mereka.


Kedutaan Besar Republik Azerbaijan bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah menggelar Ramadan Iftar Gathering. Foto: Dok. Istimewa.

“Dakwah Muhammadiyah tidak hanya di mimbar, tetapi juga di luar mimbar. Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk melakukan outreach dakwah hingga ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya

Agenda ini juga menjadi jembatan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI 2026 yang akan digelar di Azerbaijan. Sebagai salah satu negara yang aktif mendorong partisipasi diplomasi kepemudaan, Azerbaijan terus mendukung ekosistem Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu menjaga perdamaian dan stabilitas di dunia Islam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)