Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma. Foto: Dok. Istimewa.
Edukasi dan Regulasi Perlindungan Atlet Mesti Diperkuat
Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 17:41
Jakarta: Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, bereaksi atas mencuatnya dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang menimpa 10 atlet di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) panjat tebing. Dia mendesak adanya penguatan regulasi dan tindakan tegas terhadap pelaku guna menjamin ruang yang aman bagi para pahlawan olahraga Indonesia.
“Dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual ini sangat memprihatinkan. Apalagi hal ini terjadi di pelatnas, di mana atlet putra dan putri kita sudah semestinya secara bebas dan bermartabat dapat tumbuh, berkembang dan hanya berfokus pada pencapaian prestasi,” ujar Filep di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Senator asal Papua Barat ini menegaskan bahwa Komite III DPD RI yang membidangi kepemudaan dan olahraga memberikan dukungan penuh kepada Kemenpora, KONI, serta Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk mengusut tuntas kasus yang kini melibatkan tambahan jumlah korban tersebut. Menurutnya, hak atlet telah dijamin secara konstitusional dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
“Kami Komite III DPD RI yang membidangi Kepemudaan dan Olahraga mengecam keras masalah ini dan mendukung Kemenpora, KONI maupun Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengusut tuntas kasus ini. Yang jelas penguatan regulasi perlindungan atlet harus kita kawal bersama,” ujar Filep.

Ilustrasi atlet olahraga. Foto: Anadolu Agency.
Pihaknya mengingatkan bahwa martabat pelatnas harus dijaga agar tidak mencederai semangat sportivitas. Filep menuntut adanya sanksi berat bagi pelaku serta evaluasi menyeluruh di seluruh cabang olahraga agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
”Kami Komite III DPD RI mendukung langkah tegas penyelidikan maupun investigasi yang dilakukan oleh Kemenpora. Tindakan kekerasan dan pelecehan seksual sangat mencederai semangat sportivitas dan kebersamaan tim. Atlet menjadi harapan dan kebanggaan bangsa yang harus dijaga kehormatannya,” tegas Filep.