Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran PT Pertamina Patra Niaga JBT saat meninjau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar, Rabu, 8 April 2026. (ANTARA/HO-Pertamina)
Stok Elpiji di Jawa Tengah Aman
Silvana Febiari • 8 April 2026 19:43
Semarang: Stok elpiji di Jawa Tengah (Jateng) sejauh ini aman. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta masyarakat tidak perlu khawatir.
"Kami pastikan stok elpiji di Jawa Tengah dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Hal itu disampaikan Luthfi saat meninjau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Gasindo di Karanganyar untuk memastikan kesiapan dan kelancaran distribusi elpiji subsidi.
Baca Juga :
Dalam peninjauan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah itu, ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jateng akan memastikan distribusi elpiji subsidi berjalan tepat sasaran. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir atau terpengaruh isu dari wilayah lain terkait ketersediaan elpiji.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan dengan baik dan terpantau," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemprov Jateng menekankan pentingnya penggunaan elpiji subsidi secara tepat sasaran. Seluruh kepala daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta untuk melakukan pengawasan dan sidak di lapangan.
"Kami juga meminta seluruh kepala daerah bersama TPID untuk aktif melakukan pengawasan di lapangan, termasuk menertibkan penggunaan elpiji 3 kg di sektor usaha agar subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak," tegasnya.

Ilustrasi gas elpiji 3 kilogram (gas melon). Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga.
Untuk sektor usaha seperti hotel, restoran, katering (horeka) dan laundry, kata dia, akan dilakukan penertiban apabila masih menggunakan elpiji 3 kg, serta didorong untuk beralih ke elpiji non-subsidi.
Ia meminta dukungan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik ilegal yang merugikan masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama Polda Jateng untuk mengungkap potensi penimbunan maupun pengoplosan elpiji di wilayah Jateng.
Dalam peninjauan tersebut, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT Fanda Chrismianto melaporkan kondisi stok elpiji di Jateng dalam keadaan aman dengan ketahanan stok mencapai 14.752 MT (Metrik Ton).
Khusus untuk wilayah Karanganyar, alokasi harian elpiji 3 kg tercatat sebesar 143,8 MT. Elpiji ini disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami memastikan penyaluran elpiji berjalan optimal dengan stok yang aman, termasuk di Karanganyar," ujarnya.
Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi agar harga sesuai HET dan distribusi tetap terjaga. Ia memastikan distribusi elpiji berjalan optimal dengan pengawasan berlapis serta koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan aparat terkait.
"Dengan konsumsi yang wajar dan tepat sasaran, ketahanan energi di wilayah Jawa Tengah dapat terus terjaga dan dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.