Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), KH Jazuli Juwaini. Istimewa
Umat Diajak Jadikan Puncak Haji dan Iduladha Sarana Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian
Whisnu Mardiansyah • 28 May 2026 15:01
Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), KH Jazuli Juwaini, mengimbau seluruh umat Islam agar menjadikan momen puncak ibadah haji dan Hari Raya Iduladha sebagai wahana untuk memperkuat sisi spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama dalam rangka membangun umat, bangsa, dan negara.
Menurut Jazuli, ibadah haji dan kurban tidak boleh ditafsirkan sekadar sebagai ritual keagamaan yang bersifat tahunan. Keduanya harus mampu memicu perubahan moral, spiritual, maupun sosial dalam keseharian hidup umat. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari haji dan kurban meliputi ketakwaan, semangat berkorban, rasa persaudaraan, serta keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.
"Mathla'ul Anwar mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para jamaah haji dan pequrban, untuk memaknai ibadah ini tidak hanya sebagai seremoni tahunan. Haji harus melahirkan pribadi-pribadi spiritual yang siap berperan aktif dalam menebarkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara," ujar Jazuli di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Sebagai organisasi Islam yang berkiprah di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial, Mathla'ul Anwar menilai semangat haji dan kurban sangat cocok untuk mempererat solidaritas sosial di saat masyarakat menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan kemanusiaan.
Jazuli menekankan ibadah kurban harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkokoh budaya saling berbagi dan kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat kecil, kaum lemah, serta saudara sebangsa yang masih terbelit kesulitan hidup.
"Para pequrban hendaknya memahami kurban mereka dengan jiwa berbagai, kepedulian, dan solidaritas sosial. Masih banyak saudara-saudara kita yang mengharapkan perhatian dan uluran tangan. Di situlah letak hakikat pengorbanan dan kemuliaan Iduladha," lanjut Jazuli.
Ia juga menegaskan nilai-nilai spiritual dan solidaritas sosial yang muncul dari ibadah haji dan kurban merupakan salah satu pilar penting dalam memperkokoh ketahanan nasional bangsa Indonesia.
"Di situlah sumber ketahanan nasional bangsa kita berada, yaitu ketika umat mampu menghayati haji dan kurban dengan benar, sehingga lahirlah manusia-manusia yang bertakwa, peduli, saling menguatkan, serta berkontribusi bagi kemaslahatan bersama," katanya.
.jpeg)
Lempar jumrah, Dok: Metro TV/Renggi Putrima
Sebagai wujud nyata komitmen sosial, pada Iduladha tahun ini, Jazuli Juwaini yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai daerah. Tercatat sebanyak 12 ekor sapi dan 231 ekor kambing didistribusikan kepada masyarakat, pondok pesantren, majelis taklim, serta kelompok warga yang membutuhkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas dampak positif dari kurban sekaligus mempererat ukhuwah dan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat. Mathla'ul Anwar sendiri terus berkomitmen untuk memperkuat peran dakwah dan pelayanan sosial kepada umat melalui berbagai program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kemanusiaan.