Korps Garda Revolusi Islam Iran. (Press TV)
IRGC Sebut Peluang Pecahnya Kembali Perang dengan AS Relatif Rendah
Muhammad Reyhansyah • 27 May 2026 20:05
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu, 27 Mei 2026, menyatakan bahwa peluang pecahnya kembali perang dengan Amerika Serikat (AS) tergolong rendah, namun menegaskan Republik Islam itu tetap siap menghadapi segala bentuk serangan.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak April. Teheran juga memperingatkan siap melakukan pembalasan setelah serangan yang disebut sebagai yang paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan.
Di Lebanon, kekerasan juga masih berlangsung meski terdapat gencatan senjata dalam perang Israel melawan Hizbullah. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel pada Selasa menewaskan 31 orang, termasuk empat anak-anak.
Perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Konflik kemudian meluas ke berbagai front di kawasan dan mengguncang pasar energi global.
“Peluang perang rendah karena kelemahan musuh, sementara angkatan bersenjata kami tetap siaga penuh,” kata Wakil Kepala Politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, seperti dikutip kantor berita Tasnim dan Channel News Asia, Rabu, 27 Mei 2026.
“Jangan ragu bahwa kami akan mengubah wilayah dari Chabahar hingga Mahshahr menjadi kuburan bagi para agresor,” ujarnya, merujuk pada wilayah pesisir selatan Iran.
Iran dan AS selama beberapa pekan terakhir terlibat perang retorika di tengah negosiasi yang dimediasi Pakistan.
Tanpa adanya pihak yang benar-benar menang dalam perang tersebut, kedua negara dinilai belum siap berkompromi dalam isu utama negosiasi, termasuk Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz — jalur vital distribusi energi dunia — sebagai balasan atas perang, sementara AS merespons dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pasar saham global bergerak bervariasi pada Rabu di tengah optimisme hati-hati bahwa Washington dan Tehran masih dapat mencapai kesepakatan.
Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di Kota Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran pada Selasa juga mengklaim berhasil menembak jatuh drone AS yang memasuki wilayah udaranya serta melepaskan tembakan ke jet tempur F-35.Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan militer AS dalam 48 jam terakhir melakukan “pelanggaran besar” terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan.
“Iran tidak akan membiarkan tindakan jahat tanpa balasan dan tidak akan ragu membela bangsa Iran,” kata kementerian tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Beberapa jam sebelumnya, juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengumumkan serangan terbaru AS terhadap Iran.
“Pasukan AS melakukan serangan untuk membela diri di Iran selatan hari ini guna melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins.
Ia tidak menjelaskan secara rinci target serangan, namun menyebut sasaran mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga berusaha menanam ranjau.
Dalam pernyataan menyambut Iduladha, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan pengaruh Washington di Timur Tengah semakin melemah. Ia juga memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak lagi menjadi tempat pangkalan militer AS.
Amerika Serikat, menurutnya, “tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan untuk agresi dan pembangunan pangkalan militer” serta terus menjauh dari posisi dominannya di masa lalu.
Meski ketegangan meningkat, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa mengatakan kesepakatan damai masih mungkin dicapai. Ia juga menegaskan Selat Hormuz akan dibuka kembali “dengan cara apa pun.”
Lebanon dan Diplomasi Qatar
Di Lebanon selatan, serangan Israel pada Selasa menewaskan 31 orang, termasuk sedikitnya empat anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.Iran menuntut agar setiap kesepakatan damai juga mencakup Lebanon, tempat gencatan senjata sejak 17 April gagal menghentikan pertempuran yang dimulai setelah Hezbollah menyerang Israel pada awal Maret.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin berjanji akan “menghancurkan” Hezbollah. Seorang pejabat militer Israel juga mengatakan operasi darat negaranya diperluas lebih dalam ke wilayah Lebanon.
Pembicaraan damai antara Washington dan Tehran masih terus berlangsung. Media pemerintah Iran IRIB melaporkan delegasi tingkat tinggi Iran baru kembali dari kunjungan dua hari ke Qatar pada Selasa.
Iran juga menyatakan tengah merampungkan kerangka 14 poin untuk mengakhiri perang.
Dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani pada Selasa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya “siap mencapai kerangka yang saling menghormati untuk mengakhiri perang,” menurut IRIB.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Serukan Tatanan Dunia Baru Tanpa Dominasi AS