Pendaki dan Wisatawan Dilarang Beraktivitas di Kawah Tompaluan Gunung Lokon, Ini Alasannya

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. ANTARA/Karel A Polakitan

Pendaki dan Wisatawan Dilarang Beraktivitas di Kawah Tompaluan Gunung Lokon, Ini Alasannya

Silvana Febiari • 1 June 2026 08:39

Manado: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas di sekitar Kawah Tompaluan-Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Imbauan tersebut juga mencakup larangan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah tersebut.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon masih berada pada Level II (Waspada)," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Saria, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026. 

Berdasarkan pengamatan instrumental, kegempaan selama periode 1-15 Mei 2026 terekam sebanyak 33 kali gempa embusan, 54 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, dan 98 kali gempa tektonik jauh.
 


Berdasarkan pengamatan visual, aktivitas Gunung Lokon menunjukkan embusan asap putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah. Pada 15 Mei 2026 juga terlihat sinar api di dasar kawah.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam. Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.


Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. ANTARA/Karel A Polakitan


Sementara itu, potensi bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan keluarnya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat muncul dari kawah. Selain itu, erupsi freatik, yaitu erupsi yang diakibatkan oleh kontak antara uap panas magma dan air hidrotermal, juga dapat terjadi secara tiba-tiba.

"Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Lokon agar mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar pada musim hujan atau saat hujan deras berlangsung lama di kawasan puncak," ujarnya.

(Silvana Febiari)