Ilustrasi: Kevin Yung/Pexels
4 Negara yang Telah Umumkan Kedatangan El Nino, dari Jepang Hingga Australia
Riza Aslam Khaeron • 18 June 2026 19:42
Jakarta: El Niño telah tiba dan berpotensi menjadi lebih kuat daripada sebelumnya di mana sejumlah pihak menyebutnya sebagai super El Nino. Beberapa minggu lalu, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengindikasikan adanya probabilitas sebesar 80 persen terhadap terjadinya fenomena El Niño selama periode Juni–Agustus 2026.
“Kita harus bersiap menghadapi potensi peristiwa El Niño yang kuat, yang akan memperparah kekeringan serta curah hujan ekstrem, sekaligus meningkatkan risiko gelombang panas baik di daratan maupun di lautan," kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, melansir laman resmi WMO.Ia menambahkan, El Niño pada periode 2023–2024 merupakan salah satu dari lima yang terkuat dalam catatan sejarah. Peristiwa tersebut turut berperan dalam mencetak rekor suhu global pada tahun 2024.
Pada 11 Juni 2026, Badan Administrasi Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa kondisi El Niño sudah datang.
Lantas, apa itu El Niño dan negara mana saja yang telah mengumumkan kehadiran Super El Niño? Berikut adalah penjelasannya.
Apa Itu El Niño?
Mengutip Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), istilah El Niño merujuk pada penghangatan suhu permukaan laut, atau kondisi suhu permukaan laut yang berada di atas rata-rata di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis.Angin permukaan tingkat rendah, yang biasanya bertiup dari timur ke barat di sepanjang garis khatulistiwa, justru melemah atau, dalam beberapa kasus, berbalik arah bertiup dari barat ke timur, membawa air hangat laut terkumpul di sekitar Amerika Selatan.
Hal ini berpotensi menyebabkan reaksi berantai terhadap cuaca global, menyebabkan beberapa fenomena seperti kekeringan, hujan, dan banjir.
Mengutip Media Indonesia (MI), secara global, dampak El Niño sangat bervariasi tergantung pada wilayahnya:
- Asia Tenggara dan Australia: Biasanya memicu cuaca panas dan kering ekstrem, yang meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan.
- Amerika Utara: Bagian selatan Amerika Serikat akan mengalami musim dingin yang lebih basah dan dingin, sementara bagian utara dan Kanada akan menjadi lebih hangat.
- Amerika Selatan: Menyebabkan cuaca panas dan kering di beberapa wilayah, namun dapat memicu curah hujan yang sangat tinggi di wilayah lainnya.
- Afrika Timur Laut: Berisiko mengalami transisi ekstrem dari kekeringan parah ke curah hujan yang sangat tinggi.
Apa yang Membuat El Niño Menjadi "Super"?

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)
Di Amerika Serikat, fenomena ini biasanya dinyatakan resmi ketika suhu permukaan laut naik lebih dari 0.5 derajat celsius selama berbulan-bulan. Suhu perairan yang lebih hangat hingga melebihi 2 derajat celsius di atas rata-rata menandakan mulainya fase El Niño yang sangat kuat, atau dikenal sebagai "Super El Niño".
Semakin hangat suhu perairan, dampak yang ditimbulkan kemungkinan akan semakin kuat.
Berdasarkan data WMO, pada akhir April hingga pertengahan Mei, suhu permukaan laut di bagian tengah-timur Pasifik garis khatulistiwa, mulai mendekati ambang batas El Niño.
NOAA kemudian memprediksi bahwa pada musim dingin ini, terdapat peluang sebesar 63 persen bahwa suhu permukaan laut di wilayah timur Pasifik tropis akan lebih tinggi 2 derajat celsius di atas rata-rata, mengindikasikan super El Nino.
| Baca Juga: 10 Negara dengan Spesies Reptil Terbanyak di Dunia, Indonesia Posisi Berapa? |