Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Antara.
Kualitas 55 Prodi Dokter Spesialis Baru Dipastikan Memenuhi Akreditasi Internasional
Anggi Tondi Martaon • 25 February 2026 16:38
Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan 55 program studi tambahan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit memenuhi akreditasi Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME). Hai itu untuk meningkatkan sistem pembelajaran dan hasil pendidikan.
"Mulai dari rekrutmen, pemilihan muridnya, pemilihan gurunya, cara gurunya mengajar, sikap dari dan sistem pembelajarannya, berapa jam dia harus belajar, dan kualitas hasil pendidikannya, dan juga yang paling penting kualitas mental dari para peserta didiknya." kata Budi dikutip dari Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
Dia menjelaskan bahwa banyak pihak yang khawatir dengan banyaknya program studi yang dibuka, maka kualitas pembelajaran tidak baik nantinya. Namun, Budi memastikan bahwa dengan standar ACGME dari Amerika Serikat, semua proses dan prosedurnya terkontrol dan berkualitas.
Budi mengatakan hal itu dalam penetapan peserta didik program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di 6 Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Periode II Tahun 2025-2026. Dalam batch ketiga PPDS RSPPU, sebanyak 58 dokter dari daerah akan menempuh pendidikan spesialis, dan akan kembali untuk melayani publik di daerah.
Tapi, katanya, tidak bisa prodi dibuka sebanyak-banyaknya. ACGME akan tetap mengontrol agar kualitas pendidikan dalam program PPDS RSPPU baik.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebutkan bahwa ACGME cukup puas dengan kinerja Indonesia.
"Insyaallah kalau tidak ada apa-apa, tahun ini kita akan coba untuk 20 lagi diakreditasi oleh mereka," katanya.

Ilustrasi dokter. Foto: Medcom.id.
Dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pihaknya akan membuka 52 Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) dan 55 prodi.
"Di mana di sini akan kita coba launching di tahun 2026 untuk melengkapi prodi-prodi yang akan juga dibuka oleh teman-teman di Kemendikti. Jadi sekali lagi, saya berharap ini tidak dipertentangkan. Tetapi ini adalah dua hal yang saling menguatkan di dalam rangka mempercepat pendidikan dokter spesialis dan hasilnya di Indonesia," ujarnya.
Azhar menyebutkan bahwa Indonesia masih membutuhkan 92 ribu dokter umum, 129 ribu dokter gigi, dan 51 ribu dokter spesialis.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan membuka program PPDS RSPPU, guna melengkapi pendidikan kedokteran berbasis universitas.