Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Eko Nordiansyah • 1 March 2026 14:35

Jakarta: Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan serangan Israel ke Iran yang memicu ledakan besar pada Sabtu, 28 Februari 2026, bisa memicu lonjakan harga minyak dunia.

Faisal menjelaskan saat ini harga minyak berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, jika konflik berlanjut, harga bisa naik ke USD80 per barel. Lebih jauh, apabila pasokan minyak di Selat Hormuz terganggu, ia mengatakan harga bisa menembus USD100 per barel.

Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Gangguan distribusi di kawasan ini berpotensi mendongkrak harga minyak mentah dunia.

“Kalau sudah sampai 100 dolar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” katanya dikutip dari Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Faisal menilai konflik bersenjata antara Iran dan Israel berpotensi meluas menjadi konflik regional dengan keterlibatan Amerika Serikat. Dukungan dari Tiongkok dan negara-negara yang berada di belakang Iran juga bisa memperpanjang eskalasi.

“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan,” ujarnya.

Baca Juga :

Dampak Serangan Iran bagi Investor Dinilai Hanya Sementara



(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Kenaikan harga BBM di dalam negeri

Faisal menambahkan lonjakan harga minyak dunia ini akan berdampak langsung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. BBM nonsubsidi dipastikan naik mengikuti harga pasar internasional.

Namun, menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya,” kata Faisal.

Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Media resmi Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan dimulainya “operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran” menyusul konfirmasi syahidnya Khamenei.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)