IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Mendarat di Level 9.133

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Mendarat di Level 9.133

Ade Hapsari Lestarini • 19 January 2026 16:13

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini kembali mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH).

Berdasarkan data RTI, Senin, 19 Januari 2026, IHSG sore melesat 58,466 poin atau setara 0,64 persen ke posisi 9.133. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 9.098. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 9.025 dan tertinggi di posisi 9.133.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 84,510 miliar senilai Rp35,626 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16,670 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.920.945 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 377 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 318 saham melemah, dan 110 saham lainnya stagnan.


Ilustrasi perdagangan di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

 

IHSG berpotensi menguat


Melansir Antara, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim sebelumnya memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 9.100-9.200 pada pekan ini.

Adapun dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan RDG BI pada Selasa, 20 Januari 2026 dan Rabu, 21 Januari 2026 yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit Desember 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari sebesar 7,74 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sedangkan dari mancanegara, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan earning season dan data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti Personal Consumption Expenditures (PCE) Prices dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025.

Sementara dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) di Euro Area, serta Inggris. Serta dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati rilis data PMI Jepang dan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Selain itu, juga mencermati data PDB kuartal IV-2025 dari Tiongkok.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan tarif terhadap 8 anggota NATO sampai tercapai kesepakatan pembelian Greenland (17/1). Tarif yang diberlakukan sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 dan sebesar 25 persen mulai 1 Juni 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)