Spot Wisata Anjungan di Desa Wisata Warloka Pesisir Labuan Bajo Foto : MI/Marianus
Cuaca Ekstrem Penutupan Taman Nasional Komodo Diperpanjang hingga 27 Januari
Media Indonesia • 20 January 2026 15:27
Labuan Bajo: Seluruh aktivitas kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo resmi ditutup total hingga 27 Januari 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Keputusan perpanjangan penutupan disampaikan melalui Marine Notice yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo. Keputusan ini menyusul kondisi cuaca buruk berupa angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Sebelumnya, penutupan dijadwalkan hingga 20 Januari 2026. Namun, hasil evaluasi menunjukkan cuaca belum stabil. KSOP Labuan Bajo dalam Marine Notice-nya mengimbau seluruh kapal wisata, kapal penyeberangan, serta aktivitas pelayaran di wilayah perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo untuk tetap menunda pelayaran hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.
Penutupan berkepanjangan ini berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Pelaku usaha wisata mengalami kerugian. Banyak travel agent harus mengembalikan uang wisatawan, sementara kapal wisata tidak beroperasi dan menganggur. Pelaku wisata Labuan Bajo, Fransiskus Hambut, menyebut kondisi ini sangat memukul hampir seluruh lini usaha pariwisata di daerah tersebut.
“Sejak penutupan awal Januari, hampir semua reservasi wisata di Labuan Bajo dibatalkan. Travel agent mengembalikan uang tamu, kapal-kapal wisata tidak berlayar, dan pendapatan pelaku wisata turun drastis. Situasi ini sangat berat bagi kami,” ujar Fransiskus Hambut dikutip Media Indonesia, Selasa, 20 Januari 2026.

Ilustrasi. Sejumlah kapal wisata sedang berlabuh di Pulau Padar, di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Kornelis Kaha.
Untuk tetap bertahan, sejumlah pelaku wisata mengalihkan penjualan paket wisata ke destinasi darat. Opsi darat itu seperti Gua Batu Cermin, Desa Wisata Warloka Pesisir, dan Puncak Waringin. Namun, opsi wisata darat tersebut dinilai belum mampu menggantikan daya tarik wisata bahari Taman Nasional Komodo.
“Spot wisata darat jumlahnya terbatas dan tidak semua wisatawan berminat. Ini hanya solusi sementara agar usaha tetap berjalan,” kata Fransiskus.
Pelaku wisata berharap cuaca segera membaik. Harapannya, aktivitas pelayaran dan kunjungan ke Taman Nasional Komodo dapat kembali dibuka untuk memulihkan sektor pariwisata Labuan Bajo.