Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Istimewa
Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Berkomitmen Menjaga Stabilitas Fiskal
M Sholahadhin Azhar • 19 January 2026 22:05
Jakarta: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai berkomitmen dalam menjaga stabilitas fiskal. Hal tersebut terwujud dalam peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
Salah satu yang disorot, yakni upaya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pertamina di bawah koordinasi Menteri Bahlil, berhasil meningkatkan PBNP dan menjadi penopang APBN.
“Keberhasilan Menteri Bahlil dalam meningkatkan PNBP dan mengurangi impor energi adalah langkah strategis yang menyelamatkan uang negara. Ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi dan penguatan produksi dalam negeri benar-benar memberi dampak nyata bagi fiskal nasional,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Abdul, strategi efisiensi dengan mengurangi impor energi juga dijalankan secara konsisten. Hal tersebut memperkuat cadangan devisa dan menekan beban subsidi.
"Selain itu, Menteri Bahlil menggagas rencana pengalihan subsidi gas LPG 3 kilogram menjadi subsidi DME batubara, sebuah langkah transisi energi yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor,” kata Abdul Rahman.
Abdul Rahman Farisi menambahkan setiap rencana pengurangan impor, cenderung mengurangi dan menyelamatkan uang negara. Baik, dalam bentuk subsidi maupun dalam bentuk devisa untuk kepentingan impor.
“Sinergi antara Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil semakin kompak. Kami yakin tahun ini akan menjadi momentum konsolidasi kebijakan energi nasional yang lebih kuat, sekaligus memperkokoh kedaulatan fiskal dan energi Indonesia,” kata Abdul Rahman.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Foto: IstimewaSelain itu, Bahlil mendapat apresiasi dari pelaku usaha yang menilai kinerjanya sebagai salah satu yang terbaik dalam satu dekade terakhir di sektor energi.
“Ia juga meraih penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Transisi Energi pada ajang detikcom Award 2025, berkat kontribusinya dalam mendorong investasi energi baru terbarukan, dan hilirisasi pertambangan,” jelas Mantan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas ini.
Partai Golkar melihat capaian tersebut sebagai fondasi penting untuk tahun 2026. Ia meyakini Bahlil akan semakin menunjukkan kinerja baik di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sinergi antara Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil semakin kompak. Kami yakin tahun ini akan menjadi momentum konsolidasi kebijakan energi nasional yang lebih kuat, sekaligus memperkokoh kedaulatan fiskal dan energi Indonesia,” tegasnya.