Ilustrasi Gedung Wisma Danantara. Foto: dok Danantara.
Presiden Prabowo di WEF Davos, Danantara Jadi 'Senjata' Ekonomi Baru
Ade Hapsari Lestarini • 22 January 2026 23:09
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sebagai "negeri peluang". Hal ini menyoroti peran dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWET), Danantara, dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang dan kemitraan investasi global.
Berbicara di Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos pada Kamis, 22 Januari 2026, Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bergantung pada perdamaian dan stabilitas serta tata kelola negara dan modal yang efektif, khususnya alokasi investasi yang efisien. Ia mengatakan Indonesia mendirikan Danantara pada Februari 2025 untuk mencapai tujuan tersebut.
"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas. Indonesia semakin menjadi negeri peluang," tegas Prabowo dalam pidato di WEF 2026 Davos, dilansir Antara.
Prabowo mengatakan dana tersebut memiliki aset kelolaan sebesar USD1 triliun. Menurut Prabowo, Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia.
Dengan mengatakan ekspansi ekonomi Indonesia akan mengejutkan banyak pihak di dunia, Prabowo mengatakan Indonesia sekarang berada di posisi yang tepat untuk berinvestasi bersama lembaga keuangan global dan investor besar.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: YouTube Setkab.
Danantara membuat Indonesia jadi mitra global
"Dengan Danantara, Indonesia sekarang mampu menjadi mitra Anda. Kami akan berinvestasi dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri masa depan," ungkap Prabowo.
Ia mengatakan, pemerintah bertekad untuk mempercepat industrialisasi sambil memastikan pengawasan yang kuat dan akuntabilitas kelembagaan. Hal ini didukung oleh apa yang disebutnya sebagai kepemimpinan eksekutif terbaik untuk mengarahkan Danantara.
Danantara saat ini mengelola 1.044 perusahaan milik negara, angka yang menurut Prabowo akan dikurangi menjadi sekitar 300 untuk meningkatkan efisiensi, tata kelola, dan kinerja keuangan.
"Kami akan melakukan rasionalisasi. Kami akan menyingkirkan inefisiensi," ujar dia.
Indonesia menginginkan tata kelola dan manajemen kelas dunia di bawah standar internasional, kata Prabowo, menambahkan Danantara telah diberi wewenang untuk merekrut ekspatriat dan warga negara asing untuk memimpin perusahaan-perusahaan kunci.
"Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,"kata dia.
Presiden Prabowo menambahkan, pendekatan yang sama diterapkan pada program-program sosial, industri sumber daya alam hilir, dan upaya untuk mencapai swasembada pangan dan energi.