Bahlil Siapkan Relaksasi Produksi Batu Bara Biar Pengusaha dan Negara Sama-sama Untung

Pertambangan batu bara. Foto: Freepik.

Bahlil Siapkan Relaksasi Produksi Batu Bara Biar Pengusaha dan Negara Sama-sama Untung

Husen Miftahudin • 8 June 2026 12:19

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tengah menyiapkan kebijakan relaksasi produksi batu bara di tengah melejitnya harga komoditas sektor minerba tersebut imbas dinamika geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

Menurut Bahlil, langkah tersebut diperlukan agar sektor pertambangan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

"Maka idealnya, pengusaha atau yang berkepentingan ketika harga (batu bara) bagus, produksi juga harus banyak supaya pengusahanya dapat untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif," ucap Bahlil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Dijelaskan lebih lanjut, ketika harga batu bara mengalami kenaikan dan berada pada level yang menguntungkan, maka pemerintah membuka ruang bagi peningkatan produksi untuk memaksimalkan penerimaan negara.

Sebaliknya, apabila harga mulai melemah atau pasar mengalami kelebihan pasokan, pemerintah akan melakukan penyesuaian produksi guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan yang ada.

"Kalau harganya bagus, kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok, kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," tegas dia.

Bahlil menekankan, kebijakan relaksasi komoditas tersebut akan diterapkan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar global serta kepentingan nasional. "Atas dasar itu, kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi yang terukur," tutur dia.
 
Baca juga: Bantah Penerapan Skema Gross Split di Minerba, Bahlil: Tidak Ada Perubahan Aturan!


(Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Tangkapan layar Breaking News Metro TV)
 

Harga batu bara melejit


Diketahui, harga batu bara dunia melesat sepanjang minggu ini dan semakin mendekati level USD150 per ton. Berdasarkan data Refinitiv per Jumat, 5 Juni 2026, harga batu bara global dengan kontrak pengiriman dua bulan tercatat di USD147,5 per ton atau naik 0,31 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 30 Maret 2026 di USD148,6 per ton. Dalam sepekan, harga batu bara dunia melesat sebesar 7,8 persen dan merupakan pencapaian terbaik sejak pekan pertama Maret 2026.

Adapun, Pemerintah Indonesia menetapkan kuota produksi batu bara nasional pada 2026 sekitar 600 juta ton. Jumlah ini turun signifikan dari realisasi produksi batu bara di 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Pemerintah membatasi produksi batu bara untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar harga global tetap stabil, mencegah anjloknya pendapatan negara, serta melestarikan cadangan sumber daya alam agar tidak cepat habis dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Pembatasan produksi batu bara di Indonesia ini dilakukan pemerintah melalui persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM.

(Husen Miftahudin)