Astronot diperintahkan berlindung Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kebocoran udara. Foto: Anadolu
Kebocoran Udara, NASA Perintahkan Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional Berlindung
Fajar Nugraha • 6 June 2026 08:10
Florida: Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk sementara menginstruksikan astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk berlindung dan bersiap untuk kemungkinan evakuasi di tengah kekhawatiran akan kebocoran udara.
“Terowongan transfer modul layanan Zvezda, yang dikenal sebagai PrK, telah mengalami retakan dan kebocoran selama beberapa waktu, dan telah diatasi oleh Roscosmos sebisa mungkin hingga saat ini,” ujar NASA pada Jumat 5 Juni 2026, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu 6 Juni 2026.
Retakan tersebut selalu menjadi perhatian yang dipantau NASA dengan sangat cermat,” tulis juru bicara NASA Bethany Stevens di perusahaan media sosial AS X.
“Sebagai tindakan pencegahan, NASA telah mengarahkan keempat anggota SpaceX Crew-12 dan astronot NASA Chris Williams untuk mengambil posisi keselamatan yang lebih tinggi di pesawat ruang angkasa Dragon sementara perbaikan sedang berlangsung,” tambah Stevens.
Stevens mengatakan Roscosmos, badan antariksa Rusia, dijadwalkan untuk melakukan pekerjaan perbaikan pada hari Jumat.
“NASA dan Roscosmos telah bekerja untuk menentukan akar penyebab retakan tersebut, dan Roscosmos mengelola masalah ini melalui langkah-langkah mitigasi operasional dan upaya perbaikan parsial berkala,” tambah Stevens.
“Kami terus bekerja sama dengan rekan-rekan Rusia kami, bersama dengan seluruh komunitas internasional yang mendukung stasiun ruang angkasa, untuk mencapai solusi yang lebih permanen,” ucap Stevens.
Dalam pernyataan terpisah yang diposting di X, Stevens mengatakan: “Roscosmos telah menghentikan sementara upaya perbaikan struktural hari Jumat di dalam terowongan transfer modul layanan Zvezda, yang dikenal sebagai PrK, karena pengukuran tambahan sedang dilakukan dan data sedang dinilai.”
“Mengingat perkembangan ini, NASA telah menginstruksikan anggota kru di dalam pesawat ruang angkasa Dragon untuk mengakhiri prosedur perlindungan aman dan kembali ke operasi yang direncanakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional,” tambahnya.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Roscosmos dalam pendekatan kolaboratif untuk mengatasi kebocoran tersebut,” pungas Stevens.